Selera makan Perdana Menteri Belanda yang gandrung masakan Indonesia itu disampaikan dalam siaran televisi RTL Boulevard dan mendapat perhatian koran Algemeen Dagblad (7/9/2012).
Bahwa PM Rutte suka masakan Indonesia itu tidak terlalu aneh mengingat kedua orangtuanya pernah tinggal selama bertahun-tahun di Indonesia (dulu Hindia Belanda).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jatuh cinta pada masakan Indonesia itu lalu terbawa setelah mereka kembali ke Negeri Belanda dan diturunkan kepada putera-puteri mereka.
"Dulu sekali setiap pekan selalu tersedia sepanci besar nasi goreng di atas meja," kenang Rutte.
Perdana Menteri dari partai liberal VVD itu menambahkan bahwa nanti setelah siaran dia akan ke singgah Binnenhof sebentar, dimana kebetulan sudah tersedia masakan dari restoran De Poentjak untuknya. Binnenhof adalah kompleks parlemen dan kantor Perdana Menteri Belanda.
Restoran De Poentjak, terletak pada jalan Kneuterdijk, tak jauh dari Binnenhof merupakan restoran favorit Perdana Menteri kelahiran 14 Februari 1967 itu.
"Mula-mula dia akan memesan bir, kemudian krupuk, lalu sambal kacang," cerita pemilik restoran mengenai kebiasaan tetap sang Perdana Menteri kalau makan, seraya mengatakan bahwa dia orangnya ramah dan selalu mau menyediakan waktu bagi siapa saja.
Selain tentang masakan kesukaan, Perdana Menteri Mark Rutte juga mengungkapkan bahwa kurang begitu suka memakai jas dan dasi. Rutte menilai jas dan dasi sebagai semacam seragam kerja. Setiba di rumah dia lebih suka menggantinya dengan pakaian lain sesegera mungkin.
"Saya mengeluarkan biaya mahal untuk jas dan dasi, tetapi saya mempunyai fungsi representatif, sehingga pakaian bagus itu penting untuk tugas saya. Saya misalnya tidak mungkin datang pada Obama dengan celana olahraga. Namun segera saya tiba di rumah, jas dan dasi akan saya copot dan saya kembali memakai celana jeans," demikian Rutte.
(es/es)











































