Bom Depok, Anwar Pernah Tinggal Serumah dengan Arif

Bom Depok, Anwar Pernah Tinggal Serumah dengan Arif

- detikNews
Senin, 10 Sep 2012 19:05 WIB
Bom Depok, Anwar Pernah Tinggal Serumah dengan Arif
Jakarta - Terduga teroris bernama Arif yang ditangkap polisi pagi tadi ternyata pernah tinggal serumah dengan Anwar. Anwar yang saat ini dirawat di RS Polri Kramatjati karena terkena ledakan bom Depok tersebut sering mengajak Arif berjihad.

"Memang tadi pagi sampai siang dari tim Polda Metro Jaya bersama Gegana dan Densus 88 melakukan penyusuran dari berbagai macam sumber. Pukul 09.00 WIB tertangkaplah Arif Hidayat warga kampung Jambu, Susukan, Bojong Gede. Yang bersangkutan mengenal seseorang bernama Anwar yang pernah tinggal di rumah tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot ubroto, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2012).

Arif ternyata juga diminta membantu mempersiapkan bom di Beji, Depok, yang akhirnya meledak karena kesalahan teknis. Diduga keduanya tersangkut dalam perakitan bom Tambora hingga Depok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arif juga pernah diminta dibantu di Beji, Depok, bersama Anwar. Arif selalu diajak untuk berjihad. Dalam perkembangannnya terjadilah beberapa insiden seperti di Beji dan Tambora.Berdasarkan di Beji inilah Anwar juga termasuk dalam pencarian,"katanya.

Polisi menangkap seorang terduga teroris bernama Arif di sebuah kontrakan pukul 09.00 WIB tadi pagi. Pihak kepolisian masih terus berupaya mengembangkan temuan di Susukan tersebut. Termasuk dugaan adanya kaitan antara Thorik, Yusuf, dan Arif.

Polisi dalam penyusuran ini membawa M Thorik tersangka teroris di Tambora. Thorik sebelumnya menyerahkan diri ke polisi karena kangen dengan keluarga.

Mako Brimob Kwitang, Jakpus, rencananya menjadi sasaran bom bunuh diri Thorik. Bom itu akan diledakkan Senin pagi ini, ketika anggota Brimob apel pagi.

"Thorik dipersiapkan untuk menjadi pengantin di Mako Brimob Kwitang," terang sumber detikcom berpangkat perwira yang enggan disebutkan namanya, Senin (10/9/2012).

Namun, apa yang terjadi membalik keadaan. Bom meledak lebih dahulu. "Bom itu yang merakit Anwar," lanjut sang perwira.



(van/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads