Sumber detikcom yang ikut mendengarkan pengakuan Thorik bertutur saat itu Anwar, pria yang terluka parah dan dirawat di RS Polri tengah meracik paket bom untuk dibawa sang 'pengantin'.
"Anwar membuat bom dengan bahan asam nitrat dicampur urea, belerang, alumunium, dan dimasukkan pembungkus bahan plastik. Kemudian dimasukkan ke tabung 3 kg yang sudah dimodifikasi. Setelah jadi, tabung tersebut dimasukkan ke dalam tas gendong," terang seorang perwira yang enggan disebutkan namanya saat berbincang, Senin (10/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi pada saat masuk tas tersebut, terjadi kebocoran, diketahui oleh Torik dari bau yang keluar. Kemudian Bom tersebut diambil Anwar dan dibawa ke kamar mandi," terang sang perwira.
Saat itu, Anwar sudah menyiram berkali-kali bom yang sudah jadi itu. Tetapi tetap tidak berhasil dan bom meledak. Tetapi sesaat sebelum bom meledak, Thorik dan sejumlah temannya segera pergi.
"Pelaku yang lain sudah menyuruh Anwar untuk meninggalkan bom tersebut. Pelaku yang lain berhamburan keluar, dan dalam hitungan detik, bom tersebut meledak," terang sang perwira.
Sayangnya, sumber resmi dari kepolisian yang dikonfirmasi belum ada yang berkomentar. Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar yang dikonfirmasi tidak merespons.
(ndr/)











































