Saat mengembalikan formulir, Garin dan Cornelia sempat menyanyikan lagu ciptaan Franky Sahilatua yaitu Pancasila Rumah Kita dan lagu ciptaannya, Serumpun Padi. Mereka pun membawa beberapa orang pendukung dan kompak mengikatkan kain merah putih di lengan sebelah kanan.
"Ya ini sebagai simbol persatuan yang mengikat kita. Persatuan untuk memilih pemimpin yang baik," katanya usai mengembalikan formulir penjaringan di kantor DPD PDIP Jateng, Jl Majapahit, Semarang, Senin (10/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika bersanding dengan Rustri nanti saya bertanggung jawab pada basis kultural di Jateng menyangkut anak muda dan keterampilan. Generasi muda yang diperlukan untuk membangun bangsa adalah yang berkarakter, memiliki keterampilan bagus dan nasionalisme yang tinggi," jelas Garin.
"Program utama saya adalah politik dalam pendekatan kebudayaan," imbuhnya.
Sineas ternama itu mengaku rela seandainya dirinya tidak terpilih menjadi pendamping Rustri. "Yang terpenting Bu Rustri bisa tampil. Siapapun pendampingnya yang terpenting sesuai," ujar Garin.
Sementara itu, Cornelia Agatha merasa jika Garin bisa duduk berdampingan dengan Rustri, maka kedekatan masyarakat dengan pemerintah menjadi lebih rapat. Hal itu menurut Cornelia, disebabkan oleh latar belakang Garin yang berasal dari dunia seni.
"Seni adalah media paling dekat menjangkau masyarakat. Bu Rustri dan Mas Garin saya rasa juga cocok berdampingan," terang Cornelia.
Garin mengambil formulir melalui perwakilan yaitu, Sukardi Rinakit, 4 September lalu. Keputusan Garin masuk dunia pemerintahan berawal dari obrolannya dengan dua rekan yaitu Franky Sahilatua dan Moeslim Abdurrahman. Tiga orang tersebut menggagas perlunya seseorang yang terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat secara kultural. Maka dipilihlah Jawa Tengah yang memiliki kebudayaan beragam.
(alg/try)











































