Kejadian bermula saat pekerja mengatur posisi crane di ketinggian 10 meter. Dua beton yang ditaruh pada bagian belakang untuk penyeimbang ditengarai sebagai penyebab patahnya tower tersebut. Beton lalu menimpa bangunan yang ada di bawah dan hidrolik tower mengalami kerusakan. Bagian atas tower juga mengalami kerusakan karena patah.
Saksi mata mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (10/9/2012). Saat itu terdengar suara patahan besi dan disusul dengan suara benda keras yang jatuh menimpa seng. "Tiba-tiba tower itu langsung jatuh," kata Solihin, saksi mata yang memiliki kios persis dekat proyek pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Roy salah satu korban yang juga sebagai konsultan proyek tersebut mengatakan, saat kejadian terjadi dirinya beserta karyawan lain ada di lantai bawah sedang melakukan briefing. Tiba-tiba saja tower ambruk, dirinya yang tak sempat melarikan diri juga terkena jatuhan benda keras di bagian kepala sehingga mendapatkan 15 jahitan.
"Saya tidak tahu apa yang menimpa saya, saya sempat lihat karyawan yang di atas jatuh," ungkapnya.
Petugas Polsek Bogor Timur yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Berdasarkan penyelidikan sementara, kejadian ini terjadi akibat human error. Polisi menyoroti proses pengerjaan yang tidak sesuai SOP dan sejumlah karyawan yang tidak memakai alat pelindung seperti helm dan lainnya.
"Kita akan selidiki untuk hal SOP pengerjaan, tapi ini murni human error," jelas Kapolsek Bogor timus, Kompol Wasino ketika ditemui di lokasi.
Ke-4 korban telah dibawa ke rumah sakit PMI Kota Bogor. Belum diketahui luka-luka yang dialami akibat kejadian ini.
(trw/trw)










































