"Warga patungan beli bensin dan minyak tanah, kemudian dibakar, tapi nggak mempan," kata Dedi Junaedi (61) warga RT 03/06 Batu Ampar, Kramatjati, Jaktim saat ditemui di lokasi, Senin (10/9/2012).
Bukan hanya dibakar saja, ada juga yang mencoba melakukan pengerukan namun akhirnya berhenti. Butuh biaya besar untuk mengeruk dan kemudian mengangkut serta membuangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sungai sampah yang melintas di sepanjang 6 RW itu ada sejak 2 bulan lalu. Awalnya hanya beberapa ratus meter tapi kemudian menjadi sekitar 5 Km. Warga memang biasa membuang sampah ke Kali Kecil yang airnya mengalir ke Sungai Ciliwung itu. Ditambah lagi, para pemotor yang melintas membuat sampah semakin menumpuk.
Musim kemarau membuat sampah mengendap tak terbawa air. Sampah yang mengendap menimbulkan bau tak sedap dan binatang berdatangan. Mulai dari lalat hingga belatung.
(ndr/nwk)










































