Tidak Ditawari Menteri, Sultan-Mega Teken Foto Bersama

Tidak Ditawari Menteri, Sultan-Mega Teken Foto Bersama

- detikNews
Kamis, 02 Sep 2004 00:19 WIB
Jakarta - Sri Sultan HB X dan Capres Mega meneken foto bersama. Diyakini pertemuan itu akan mendongkrak suara Mega-Hasyim. Namun Sultan tidak ditawari kursi menteri."Tidak ada tawaran semacam itu. Pembicaraan lebih banyak membahas bagaimana membangun negara dan bangsa ini hingga lebih maju. Tidak bicara soal dukung mendukung."Demikian kata Wasekjen PDIP Pramono Anung menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti pertemuan tersebut bersama sesepuh PDIP Soetardjo Soerjogoeritno di rumah dinas kepresidenan jalan Teuku Umar Menteng Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2004) malam.Dituturkan dia, pertemuan antara Mega dengan Sultan akan memberikan pengaruh positif bagi perolehan suara Mega, terutama masyarakat yang memiliki kultur dan kedekatan primordial terhadap Sultan, baik yang di Jawa maupun di luar Jawa."Kami meyakini itu, dan ini terbukti, misalnya ketika Ratu Hemas menjadi calon anggota DPD, perolehan suaranya melebihi parpol lainnya. Ini menunjukkan pengaruh sangat besar, terutama kepada masyarakat kultural dan primordial," kata Pram.Pertemuan itu digambarkan Pram sebagai pertemuan yang asyik dan gayeng (akrab). Bahkan pertemuan itu berlangsung satu setengah jam mulai 19.30 WIB. Itu pun terhenti karena ada Ketua Soksi Suhardiman yang juga akan bertemu dengan Mega. Saat Sultan akan pulang, Mega meminta Sultan agar bertemu lagi guna melanjutkan pembicaraan.Menurut Pram, dalam pertemuan itu, Sultan dan Mega menandatangani sebuah foto yang bergambarkan mereka berdua pada sebuah acara di Yogya. Namun Pram tidak menjelaskan tujuan aksi itu."Foto ini nanti akan bermanfaat untuk menjelaskan hubungan Ibu Mega dan Sultan yang sangat dekat," ujarnya."Mengapa pengaruh Sultan begitu besar, karena pada Pilpres putaran dua ada tiga kategori pemilih. Sebanyak 30 persen pemilih rasional, 60 persen tradisional dan 10 persen primordial," tuturnya.Pada kesempatan itu, lanjut Pram, sultan menyampaikan strategi bagaimana merebut massa yang memiliki basis tradisional dan primordial. (sss/)


Berita Terkait