"Sangat setuju moratorium kunker ke luar negeri," kata aktivis Masyarakat Transaparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/9/2012).
Jamil mencurigai, selama ini kunjungan kerja hanya dijadikan kedok untuk jalan-jalan saja. Kecurigaan ini didasarkan tidak pernah jelas hasil yang dicapai dari studi banding ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, kalau ada partai yang benar-benar berani mendukung jeda kunker bisa dikatakan partai tersebut pro rakyat. "Partai yang berpihak pada rakyat tentunya akan setuju, tapi yang tidak peduli rakyat akan menolak mentah-mentah," jelasnya.
Padahal, lanjut Jamil, publik kerap mengkritisi kerja DPR yang kunker dan tepergok jalan-jalan. Tetap saja, tahun-tahun selanjutnya kunker kembali dilakukan.
"Tidak peduli diolok-olok, dicaci maki, dihasut masyarakat, kunker tetap dijalankan. Semoga partai-partai semakin beradab," tegasnya.
(ndr/nrl)











































