Informasi yang dihimpun di kepolisian, korban yang meninggal itu adalah Kadek Santika Yasa. Dia meninggal di TKP Jl Tukad Bilok Denpasar. Disusul kemudian rekannya yang bernama Arimbawa Rista (37) yang meninggal saat dalam perawatan di RSUP Sanglah Denpasar Senin (10/9/2012) dini hari WITA.
Sedangkan satu korban lagi saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Sanglah Denpasar dan harus menjalani cuci darah untuk menghilangkan kadar racun dalam tubuhnya. "Tapi kondisinya sekarang sudah mulai membaik, sudah tidak ada tanda-tanda keracunan seperti pandangan berkunang-kunang atau kepala pusing," kata seorang perawat kepada detikcom ditemui di ruang Leli RSUP Sanglah, Senin (10/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Instalansi Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi mengatakan jenazah korban masih dititipkan di kamar mayat. "Belum kita lakukan autopsi, keluarga korban menolak," katanya kepada wartawan Senin (10/9/2012).
Sebelumnya, pada Kamis (30/9) lalu, puluhan warga Desa Katung, Kintamani Bangli, Bali, dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar, usai menenggak arak. Tiga orang tewas, sedangkan 41 lainnya dirawat di RS. Seluruh korban dilaporkan menenggak arak dalam jumlah banya.
(gds/trw)











































