"Ada banyak titik. Tapi saya tidak bisa sebutkan," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (10/9/2012).
Ansyaad tidak bisa merinci berapa jumlah anggota kelompok ala Thorik itu. Ansyaad hanya memberi gambaran, mereka sudah melakukan pelatihan hingga 9 angkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal persenjataan yang dimiliki kelompok itu, Ansyaad menguraikan, seperti yang disita dari 6 terduga teroris di Ambon, mereka memakai senapan mesin ringan dan senjata serbu, pelontar granat dan ribuan peluru.
"Kita belum tahu ada berapa lagi dan tetap waspada. Intelejen kita bekerja keras. Bgitu terbukti kita tangkap," tegasnya.
Ansyaad juga menyampaikan, jaringan teroris Indonesia adalah jaringan besar Solo, di mana Thorik sebagai salah satus simpul. Sejak bom Bali pada 2002, penegak hukum sudah mengetahui adanya jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan juga jaringan internasional lainnya/
"Setelah terungkap mereka pecah dan banyak kelompok yang disebut sel dan bisa merekrut dan saling berhubungan dan satu ideologi. Mereka itu jaringan besar dan tiap kelompok punya agenda sendiri," tuturnya.
(tfq/ndr)










































