Polri: Pengungkapan Teror Tidak Kebetulan, Tapi Ditentukan Tuhan

Polri: Pengungkapan Teror Tidak Kebetulan, Tapi Ditentukan Tuhan

Andri Haryanto - detikNews
Senin, 10 Sep 2012 13:25 WIB
Polri: Pengungkapan Teror Tidak Kebetulan, Tapi Ditentukan Tuhan
Jhoni Hutapea/detikcom
Jakarta - Sepekan terakhir Polri disibukan dengan aksi bomber yang ada di sekitar wilayah Jakarta. Namun, semuanya terungkap atas dasar kebetulan. Mabes Polri melalui Karo Penmas Brigjen Boy Rafli Amar membantah semuanya terungkap atas dasar kebetulan.

"Bukan serba kebetulan, semuanya ditentukan yang Maha Kuasa, tidak ada kebetulan, proses alamiah," ujar Boy dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (10/9).

Sebelumnya, warga Jl Teratai 7, No 4 RT 02/0, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, berbondong-bondong mendatangi rumah Thorik setelah melihat kepulan asap dari rumah yang dihuni Thoriq, ibu, serta istri dan anaknya, Rabu pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga khawatir dengan peristiwa kebakaran yang kerap melanda wilayah Tambora. Namun, setelah warga masuk ke kediaman Thoriq, ditemukan bahan peledak dan rangkaian bom.

Tiga hari kemudian, Sabtu (8/7), bom meledak di Jl Nusantara No 63, Beji, Depok, di sebuah rumah kontrakan yang menyaru sebagai panti asuhan Pondok Yatim Bidara. Keesokan harinya Thorik pun menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

"Tidak ada diatur-atur menyerahkan diri. Tidak ada," tegas Boy.

Polri mengapresiasi sikap Thorik sang 'pengantin' yang menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Karena dengan langkah yang diambilnya, polri berharap dapat mengusut kasus teror dan rencana bom bunuh diri yang direncanakan Thoriq.

"Tidak usah menyesal tidak usah curiga terungkap, lebih baik kita bersyukur bahwa dengan niat-niat ini digagalkan," kata Boy.

"Tidak ada satu pun yang diatur, percaya tidak percaya silakan sendiri-sendiri selidiki lebih lanjut," tegas Boy.

Beberapa kali polisi menyatakan, baik Thoriq atau kelompok Depok telah menjadi bagian dari pantauan pihaknya. Terlebih, kemarin Boy mengatakan pihaknya mengendus bila bahan-bahan peledak yang ada di Jl Nusantara No 63, Beji, Depok, masuk kurang dari 24 jam meledaknya bom.

Meski sudah diintai dan mengetahui adanya kegiatan dan perencanaan teror, ledakan bom tidak terhindarkan. Boy beralasan bom meledak karena kesalahan teknis perakit.

(ahy/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini