Ada Kecenderungan Koruptor Lari ke Luar Negeri karena Koneksi Bisnis

Ada Kecenderungan Koruptor Lari ke Luar Negeri karena Koneksi Bisnis

- detikNews
Senin, 10 Sep 2012 13:13 WIB
Ada Kecenderungan Koruptor Lari ke Luar Negeri karena Koneksi Bisnis
Jakarta - KPK memetakan modus-modus pelarian tersangka korupsi ke negara lain. Lembaga itu menyebut ada kencenderungan tersangka korupsi kabur ke suatu negara, di mana dia memiliki jaringan bisnis di negara itu.

"Kekuatan-kekuatan korupsi itu bukan hanya antar koruptor itu. Tapi mereka berkembang dan berkelindan (menyatu) dengan kekuatan-kekuatan bisnis dari suatu negara," ujar Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam konferensi pers terkait International Workshop SEA PAC di Sheraton Mustika, Yogyakarta, Senin (10/9/2012).

Terkait pengejaran tersangka korupsi di luar negeri, Busyro juga menyatakan, selama ini pihaknya kesulitan melakukan pengejaran, karena si buronan selalu berpindah tempat. Di antaranya adalah M Nazaruddin dan Nunun Nurabetie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upaya menangkap dan Nazaruddin atau Nunun memiliki waktu dan dinamika karena mereka selalu berpindah dari satu negara ke negara lain," papar mantan Ketua Komisi Yudisial ini.

Pernyataan Busyro mengenai kecenderungan buronan lari ke tempat dia memiliki koneksi bisnis, memang bukan isapan jempol. Sebelumnya, KPK berhasil menangkap Neneng Sri Wahyuni, istri M Nazaruddin di Jakarta Selatan.

Tersangka kasus korupsi PLTS Kemenakertrans itu pulang ke Indonesia setelah kabur selama satu tahun di Malaysia. Neneng memberanikan diri pulang karena diduga untuk mengalihkan aset yang ada di Indonesia, untuk usaha bisnis yang mulai dirintisnya di negeri Jiran.

(/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini