Bocah di Semarang Tewas Terlindas Truk Saat Berangkat ke Sekolah

Bocah di Semarang Tewas Terlindas Truk Saat Berangkat ke Sekolah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 10 Sep 2012 13:19 WIB
Semarang - Seorang bocah berumur enam tahun, Ilham Ramadhan tewas terlindas mobil boks saat berangkat ke sekolahannya, TK PGRI 23 Dadapsari, Semarang. Korban tewas seketika karena terlindas.

Peristiwa yang terjadi di jalan Petek Semarang tersebut menghebohkan warga yang berada di lokasi. Salah seorang saksi, Engkus Kustiaman (53) mengatakan saat kejadian terdengar bunyi keras seperti benda keras yang terlindas.

"Dari arah mobil L300 terdengar bunyi keras. Krak!! Saya langsung kesana tapi kondisi korban sudah mengenaskan. Tadinya mau langsung diangkat tapi tidak tega, akhirnya saya ambil koran untuk ditutupi sementara sampai ada petugas datang," katanya di lokasi kejadian, Jl Petek, kelurahan Dadapsari, Semarang, Senin (10/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sopir L300 bernopol E 8402 KI, Riyanto (32) memututurkan, saat kejadian tepatnya pukul 08.25 WIB, ia berusaha menghindari gundukan tanah yang berada di kiri jalan sehingga terpaksa mengambil lajur kanan. Meski mobil melaju dengan kecepatan rendah, sopir tidak menyadari jika ada seorang anak yang melintas di depannya.

"Sebelumnya ada mobil yang melintas dari arah barat, karena ada gundukan, saya berhenti dulu dan membiarkan mobil tersebut melintas. Tapi saat giliran saya jalan tiba-tiba ada anak kecil lewat," ujar Riyanto.

Ilham yang keluar dari gang rumahnya dan hendak menuju gang sekolahannya tersebut langsung tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Warga yang berada di lokasi pun langsung berkumpul dan mengamankan sopir ke kantor kelurahan Dadapsari.

"Kondisinya mengenaskan. Waktu saya akan melihat sempat dilarang sama warga. Posisi Ilham saat itu masih berada di bawah mobil dekat ban depan sebelah kanan," jelas kakek korban, Widodo (72), di ruang jenazah RS Kariadi Semarang.

Melihat kondisi bocah murid kelas TK B tersebut sudah tak bernyawa, warga tidak bisa berbuat banyak dan membiarkan jenazah korban berada di bawah mobil boks dengan tertutup koran hingga polisi datang. "Nunggu sekitar 15 menitan. Kondisinya benar-benar parah," imbuh Widodo.

Ia menambahkan, ibu korban, Ani Winarni saat ini masih berada di rumah dan shock dengan kejadian yang menimpa anak keduanya itu.

"Ibunya masih di rumah. Sebelum kejadian tidak ada firasat apa-apa. Berangkat sekolah pun masih sungkem sama saya," kata Widodo.

Ilham dikenal sebagai anak yang ceria di kelasnya, namun menurut salah satu guru di TK PGRI 23 Dadapsari, Heni Sulistyo (32), korban akhir-akhir ini terlihat lesu. "Akhir-akhir ini kok lesu, ditanya diam, padahal biasanya ceria," katanya.

Oleh pihak keluarga, korban rencananya akan langsung di semayamkan di pemakaman tidak jauh dari rumahnya. Sementara itu, sopir mobil boks telah diamankan pihak kepolisian.

(alg/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini