Thorik kemudian melarikan diri saat warga mendatangi rumahnya karena kepulan asap. Lima hari pelarian, calon 'pengantin' ini pun menyerahkan diri ke Pos Polisi Jembatan Lima, Tambora. Apa kira-kira alasannya?
"Mungkin dia terenyuh dan memilih menyerahan diri," kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Meski mengapresiasi pilihan Thorik untuk menyerah dari pelariannya, Polri tidak buru-buru menelan mentah-mentah sikap itu.
"Motif itu yang masih kita dalami kenapa menyerahkan diri," jelas Boy.
Saat ini tim Densus 88/Antiteror Polri masih terus melakukan penyelidikan terhadap Thorik untuk mencari keterkaitan dengan pelaku teror lainnya. Termasuk pihak yang mengendalikan Thorik.
(ahy/ndr)











































