Dikonfirmasi, Ali Imron & Gorries Mere Berkilah

Dikonfirmasi, Ali Imron & Gorries Mere Berkilah

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2004 20:53 WIB
Jakarta - Narapidana bom Bali terpidana seumur hidup Ali Imron bersama Gorries Mere menghindar dan berkilah tidak mau memberikan penjelasan saat dilakukan konfirmasi keberadaan mereka bersama-sama di sebuah kafe di Jakarta.Imron dipergoki bersama Brigjen Pol Gorries Mere, Direktur Narkoba Mabes Polri yang kerap menangani kasus-kasus pengeboman di Starbuck Coffee, lantai 2 Plaza eX jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2004).Mereka meninggalkan Starbuck Cafe pukul 19.10 WIB. Saat berjalan, detikcom menghampiri tahanan bom Bali dan Gorries Mere bersama lima orang lainnya, salah satunya adalah Psikolog Dr Sarlito Wirawan.Imron langsung menundukkan kepala begitu ditegur. Dia bersama Dr Sarlito bergegas meninggalkan Gorries. Sedang ada acara apa nih di sini, Pak? "Emang jalan-jalan nggak boleh," sahut Gorries.Tapi kok bawa Muklas (semula detikcom mengira Imron adalah Muklas, terpidana mati bom Bali)? "Kata siapa. Itu bukan Muklas," tukas Gorries.Gorries kemudian masuk ke Hard Rock Store, menyusul Imron dan Dr Sarlito. Sebelum masuk, langkah tahanan bom Bali sempat terhenti karena dipanggil-panggil detikcom dan ditepuk-tepuk bahunya. Namun Imron berusaha tidak menoleh ataupun menyahut. Dia melengos masuk ke dalam toko.Seorang teman mereka pun ditegur detikcom. Kok kumpul-kumpul dengan tahanan bom Bali? "Ah nggak tau," ujarnya singkat. Dr Sarlito pun dikonfirmasi. "Kok bersama-sama tahanan bom Bali? "Lho kok dia tahu sih," ujar Sarlito sambil menoleh ke temannya.Kamu siapa? tanya Sarlito. detikcom pun memperkenalkan diri. Dokter ngapain ke sini? "Aku udah lama temenan sama Gorries, kita temanan lama, kita sering ngobrol-ngobrol," kata Sarlito.Sedang ada konsultasi kejiwaan, Dok? "Nggak, kita cuma ngobrol, kan temen lama. Kok tau dari mana?," ujar Sarlito lagi. Sementara seorang anggota polisi berpakaian preman yang membawa ransel hitam hanya cengar-cengir saat dikonfirmasi.Mereka kemudian keluar dari Hard Rock Store. Gorries yang kembali diberi pertanyaan sama, kembali mengelak. "Masak saya nggak boleh sih ke sini," ujarnya. Tapi kok bawa tahanan bom Bali, apa sedang dibon (dipinjam)? Gorries terdiam dan melangkah menuju tempat parkir.Imron tampak tertunduk terus. Dia ikut dengan Gorries. Mereka berdua berpisah dengan teman-temannya sambil cipika-cipiki.Seorang wartawan Tempo juga sempat menegur Imron begitu keluar dari Hard Rock Store. Sedang apa di sini? "Saya sering jalan sama Pak Gorries," sahutnya.Belum sempat bicara lebih lanjut, Imron langsung ditegur polisi berpakaian preman yang membawa tas ransel hitam, plus sebuah pistol di pinggang kirinya. "Kamu berhak untuk tidak ngomong," ujarnya kepada tahanan bom Bali.Dia kemudian menunjuk kepada Tempo. "Kamu jangan mengganggu. Kamu tidak berhak untuk mengganggu," tukasnya. "Saya tidak mengganggu. Saya cuma pengen ngobrol," sahut Tempo. Ketika Imron ditanya kembali oleh Tempo, dia hanya diam. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads