"Rumahnya sudah disegel polisi, sekarang juga sudah tak ada warga yang berkumpul," kata Ani, Ketua RT 10/RW 08, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2012).
Ani mengatakan, sudah tidak ada lagi petugas yang mendatangi rumah itu sejak pagi. "Mungkin barang-barangnya sudah diambil semua dari rumah itu," katanya.
Ani mengatakan, Siti Hafsah, istri Rizal sudah sejak kecil tinggal di kawasan tersebut. Sedangkan Rizal baru tinggal di lokasi itu setelah menikah. "Kalau Hafsah kecilnya di sini," katanya.
Sebelumnya, pada Minggu (9/9), polisi yang terdiri dari Densus 88, Gegana dan Inafis Polri menggeledah rumah Yusuf Rizaldi di Jalan Petojo Binatu V/18, RT 9/RW 8, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Beberapa barang bukti dalam kardus disita dan rumah Rizal pun diberi garis polisi. Barang bukti dimasukkan dalam 5 kardus mie instan, 2 karung beras kecil dan matras kemping warna hitam.
Yusuf Rizaldi menjadi perhatian setelah bom meledak di kantor Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara Raya, Beji, Kota Depok, yang merupakan lokasi ledakan bom. Rizal diketahui sebagai pihak yang mengontrak kantor yayasan itu.
Di lingkungan rumahnya di Petojo, Rizal dikenal sebagai seorang ahli rukyah dan bekam. Ani menuturkan Rizal kerap mengobati pasien di rumahnya. Selain itu, Rizal juga kerap menerima panggilan untuk merukyah orang. Sedangkan istri Rizal, Hafsah (sebelumnya ditulis Habza, red), dikenal warga kerap memandikan jenazah.
Saat ini keberadaan Rizal masih misterius. Warga di Beji, Depok, mengaku melihat pria bernama Yusuf alias Abu Totok kabur sesaat sebelum bom Depok meledak. Tapi apakah Yusuf tersebut adalah Yusuf Rizaldi, masih gelap.
(nal/nrl)











































