SBY Berikan Lima Resep Ketahanan Ekonomi APEC

Salam APEC dari Vladivostok (8)

SBY Berikan Lima Resep Ketahanan Ekonomi APEC

M Aji Surya - detikNews
Senin, 10 Sep 2012 06:33 WIB
SBY Berikan Lima Resep Ketahanan Ekonomi APEC
Vladivostok - Presiden SBY memberikan lima resep bagi wilayah APEC agar ekonominya tetap tumbuh berkesinambungan di tengah kecenderungan ekonomi global yang sedang menurun. Dalam pidato CEO Summit APEC (08/09/12) di Vladivostok Rusia, Presiden mengingatkan agar tetap waspada dan tidak terlalu percaya diri atas perkembangan yang ada.

Diakui, Asia Pasifik merupakan wilayah yang paling tahan banting dari amukan ketidakstabilan ekonomi dunia sejak tahun 2008. GDP per-kapita telah meningkat tajam dari 6,719 di tahun 1992 menjadi 15,889 di tahun 2011. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di dunia di luar wilayah APEC.

Namun demikian, saat ini terdapat tanda-tanda munculnya ketidakpastian ketahanan ekonomi. Di antaranya berupa masalah kenaikan harga pangan dan ketersediaan energi. "We should not take this resilience for granted," ujar Presiden.

Untuk itulah, Presiden SBY mengusulkan 5 resep yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan pengusaha di kawasan Asia Pasifik.

Pertama, perlunya mempercepat konektivitas yang lebih baik yang menghubungkan nasional dan regional. Keberhasilan kegiatan ini akan menurunkan biaya ekonomi dan menjadikan wilayah APEC lebih kompetitif serta memperkecil gap pertumbuhan.

Kedua, ekonomi APEC harus memperkuat peranannya dalam investasi khususnya di bidang infrastuktur. Kegiatan ini diperkirakan dapat mendorong permintaan modal dan teknologi serta menciptakan pertumbuhan di negara berkembang. "It could be a win-win situation for both developed and developing economies," tambahnya.

Ketiga, ekonomi APEC harus mengembangkan sistem dan mekanisme peringatan dini agar wilayah ini tahan terhadap krisis ekonomi. Sistem dan mekanisme tersebut harus mencakup bidang pangan dan energi.

Keempat, mengingat munculnya ketidakpastian dalam arsitektur ekonomi global yang akan mempersulit dunia usaha, maka harus muncul kegiatan sinergi dan saling isi di antara ekonomi APEC bersama fora internasional yang terkait.

Terakhir, setiap ekonomi APEC harus memiliki kontribusi bagi ketahanan ekonomi regional dengan cara memperkuat perekonomian masing-masing dengan mendorong investasi dan konsumsi. Hal ini penting di tengah lesunya ekspor global.

Menurut Dubes RI Moskow, Djauhari Oratmangun, pidato SBY tersebut mendapat sambutan antusias dan standing applause. Bahkan beberapa CEO telah menghubungi Dubes untuk melakukan kunjungan ke Indonesia pada bulan Oktober tahun ini guna menjalin kerjasama dengan Indonesia yang dianggap salah satu ekonomi APEC paling kuat.

*) M Aji Surya, peserta KTT APEC Vladivostok

(asy/asy)


Berita Terkait