Hal itu diketahui dari pengakuan salah seorang warga bernama Wulandari (22) saat berbincang dengan detikcom di Mapolresta Depok, Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Minggu (9/9/2012). Kediaman Wulandari persis terletak di samping bangunan tempat lokasi kejadian ledakan.
Keterangan Wulan ini diamini ketua RT 4, Arifin. "Kira-kira sebulan yang lalu. Ada orang yang mengaku Yusuf lapor ke saya. Dia juga memberikan fotokopi KTP-nya," ujar Arifin.
Wulan menceritakan dirinya sempat berpapasan dengan Yusuf saat baru pulang dari tempat kerja. "Saya ketemu Pak Yusuf di depan kontrakan. Sempat saling sapa. Kemudian saya langsung masuk rumah. Namun saya nggak tahu apa ada orang lain di dalam yayasan itu," sebut Wulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang satu orang yang saya nggak kenal, terluka parah, sekarat di dalam kosnya. Sedangkan dua orang lain, termasuk Abu Totok atau Yusuf melarikan diri," sebut Wulan.
Sementara menurut Arifin, tanah seluas 1.300 meter persegi tersebut milik Lukman Paris yang berdomisili di Jalan Kebon Jeruk, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Lukman pun dimintai keterangannya di Mapolresta Depok.
Sebuah bangunan yang terdiri dari tiga petak kontrakan, di Jl Nusantara No 63, RT 04/13, Beji, Depok, hancur akibat ledakan bom rakitan, Sabtu (8/9) pukul 21.05 WIB kemarin.
(rmd/nwk)










































