Komisi III Sebut Polri 'Kebobolan' Bom Depok, Kapolri Membantah

Komisi III Sebut Polri 'Kebobolan' Bom Depok, Kapolri Membantah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 09 Sep 2012 18:10 WIB
Komisi III Sebut Polri Kebobolan Bom Depok, Kapolri Membantah
Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil mengkritisi kecepatan respons aparat dalam penanganan bom di Depok. Namun Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo tak sepakat dengan hal itu.

"Komisi III prihatin dengan teror bom yang lambat diantisipasi oleh aparat keamanan. Sepertinya aparat Polri kalah cepat dengan pelaku teror. Saya berharap agar aparat keamanan melakukan gerakan terpadu untuk menanggulangi aksi teror," kata Nasir kepada detikcom, Minggu (9/9/2012).

Menurut Nasir, bisa saja pelaku teror sudah memiliki motif tertentu. Dia pun mendorong agar Menko Polhukam mengkoordinasikan dengan lebih baik lagi aparat menyangkut penanggulangan teroris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan-jangan pelaku teror sudah memiliki motif politik ketimbang sebagai aksi kriminal murni. Ini tugas Menko Polhukam untuk mensinergikan dan memadukan lembaga-lembaga yang punya otoritas dalam penanggulangan terorisme sehingga tidak jalan sendiri-sendiri," tegasnya.

Di kesempatan berbeda, Kapolri menegaskan semua jajaran Kepolisian telah bertindak profesional. Kapolri juga meminta masyarakat terus memberikan masukan jika ada kecurigaan.

"Soal taktik strategi saya kira apa yang dilakukan selama ini, sekali lagi langkah-langkah tadi kenapa tidak dilakukan langkah-langkah dari sisi yang duluan, preemtif, preventif, mengajak tokoh masyarakat peduli. Langkah-langkah itu semua ada dalam pemetaan," jelas Kapolri usai konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta.

Ledakan besar menghancurkan sebuah bangunan yang terdiri dari tiga petak kontrakan, di Jl Nusantara No 63, RT 04/13, Beji, Depok, Sabtu (8/9/2012) pukul 21.05 WIB.

Tiga orang terluka, termasuk seorang pria yang tangannya nyaris buntung dan badan terbakar,yang diduga bernama Thorik. Thorik diburu akibat ledakan di Tambora, Jakarta Barat. Untuk memastikan apakah benar Thorik atau bukan, polisi akan mengadakan tes DNA dengan ibu Thorik.

(van/nrl)


Berita Terkait