Pantauan detikcom, Minggu (9/9/2012), pukul 14.50 WIB, 8 orang tim Densus 88 terlihat mendatangi kediaman Yusuf Rizaldi di Jalan Petojo Binantu V, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka datang mengenakan seragam Densus 88 warna hijau, dilengkapi rompi hitam dan helm hitam. Di lengannya tertulis tulisan Densus.
Dua petugas Densus 88 tampak berjaga di depan rumah seluas sekitar 3x6 meter itu, sementara petugas lainnya berada di dalam. Hingga pukul 16.20 WIB, penggeledahan masih berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian sekitar pukul 16.30 WIB, 4 orang dari tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Mabes Polri juga terlihat datang ke lokasi. Dua orang mengenakan kaos orange bertuliskan Inafis, dua lainnya mengenakan kaos biru dengan tulisan yang sama. Mereka terlihat membawa tas hitam besar dan sebuah map, langsung masuk ke dalam kediaman Yusuf.
Sementara itu, selama tim Densus 88 menggeledah, puluhan warga yang didominasi anak-anak menyemut memadati lokasi kediaman Yusuf Rizaldi. Tak ada garis polisi di rumah sangat sederhana berpintu biru di gang sempit yang dihuni Yusuf beserta istri dan dua anak kembarnya yang masih berusia 2,5 tahun itu.
Yusuf Rizaldi disebut sebagai pihak yang mengontrak rumah yang dijadikan kantor Yayasan Yatim Piatu di Jalan Nusantara Raya, Beji, Kota Depok, yang merupakan lokasi ledakan bom. Hingga kini belum diketahui posisi Rizal, panggilan akrabnya.
Di lingkungan rumahnya di Petojo, Rizal dikenal sebagai seorang ahli rukyah dan bekam. Ketua RT setempat, Ani, menuturkan Rizal kerap mengobati pasien di rumahnya. Selain itu, Rizal juga kerap menerima panggilan untuk merukyah orang. Sedangkan istri Rizal, Hafsah, dikenal warga kerap memandikan jenazah.
(bal/nrl)











































