"Jadi besok kita panggil Kepala BIN pukul 10.00 WIB. Memang ini menjadi bagian dari domain Komisi I karena persoalan terorisme ini satu sisi kriminal namun dari sisi ideologi menyangkut pemikiran separatisme dalam makna lain," kata Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik, kepada detikcom, Minggu (9/9/2012).
Komisi I DPR juga akan mengadakan rapat gabungan dengan Polri dan BNPT menyangkut penanganan teroris. Karena ada masalah koordinasi di institusi yang bertanggung jawab memberantas teroris sehingga masih saja ada kesan kecolongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfudz melihat pemberantasan terorisme ini menyangkut 3 faktor utama yang harus benar-benar sinkron. Yang pertama adalah fungsi penggalangan dan penggalian informasi dan itu menjadi domain intelijen yang saat ini leading sector-nya BIN.
"Kedua, Kepolisian yang melakukan penindakan dengan Densus 88. Dan yang ketiga adalah deradikalisasi secara sistemik dan integratif dan itu leading sector-nya BNPT," katanya.
Yang menjadi masalah adalah koordinasi ketiganya. Seperti ledakan di Depok, Kepala BIN telah membantah kecolongan, namun juga mengimbau aparat untuk lebih sigap mengikuti informasi intelijen yang diberikan.
"Saya lihat dari waktu ke waktu ketiga fungsi belum jalan dengan baik. Koordinasi ketiganya masih sangat lemah. Dari serangkaian penindakan kan tidak optimal, bisa jadi ini berkurang efektivitasnya karena kurangnya koordinasi, integrasi, dalam penanganan tidak berjalan dengan baik," tegasnya.
(van/nrl)











































