"Tadi malam pukul 23.30 WIB saya telah melaporkan. Tentu saja laporan sementara bahwa ada yang terluka kemudian olah TKP dan tindakan selanjutnya. Bapak Presiden memberikan arahan agar dilakukan pengejaran terhadap yang diduga melarikan diri dan itu telah dilakukan BNPT bersama Polri dan aparat terkait lainnya," kata Djoko dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (9/9/2012).
Presiden SBY juga meminta semua korban ledakan di Depok dirawat sebaik-baiknya. Termasuk terduga pelaku yang tengah dirawat di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menko Polhukam menunggu kemajuan olah TKP Polri, untuk dilaporkan kembali hasilnya ke Presiden SBY. "Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan apakah terkait dengan teror-teror sebelumnya,"tandasnya.
Ledakan besar menghancurkan sebuah bangunan yang terdiri dari tiga petak kontrakan, di Jl Nusantara No 63, RT 04/13, Beji, Depok, Sabtu (8/9/2012) pukul 21.05 WIB.
Tiga orang terluka, termasuk seorang pria yang tangannya nyaris buntung dan badan terbakar,yang diduga bernama Thorik. Thoriq diburu akibat ledakan di Tambora, Jakarta Barat. Untuk memastikan apakah benar Thorik atau bukan, polisi akan mengadakan tes DNA dengan ibu Thorik.
(van/nrl)











































