Dua orang anggota tim Inafis datang ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (9/9/2012), pukul 11.00 WIB dan langsung masuk ke ruang perawatan terduga Thorik di UGD RS Polri. Dua anggota tim Inafis yang mengenakan seragam oranye bertulis Inafis ini baru meninggalkan RS Polri pukul 11.30 WIB.
Saat dikonfirmasi awak media mengenai data yang diambil, kedua anggota tim Inafis yang membawa tas ransel warna hitam tersebut diam saja. Keduanya keluar lewat pintu belakang ruang UGD RS Polri, dan langsung masuk ke mobil Inafis berwarna oranye meluncur meninggalkan RS Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi baru bisa menduga pria yang mengalami luka parah dalam ledakan bom di Beji, Depok, adalah Thorik. Untuk memastikan dugaan itu, polisi akan melakukan tes DNA pria yang telah berstatus tersangka itu dengan ibu kandung Thorik.
"Ya masih mirip (dengan Thorik), tapi nanti yang menentukan ada hasil dari pemeriksaan. Untuk memastikan itu Thorik menunggu hasil identifikasi DNA dari ibu (Thorik)," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab, saat meninjau lokasi ledakan bom di Jl Nusantara No 63, RT 04/13, Beji, Depok, Minggu (9/9/2012).
Untung mengimbau masyarakat tidak menyimpulkan terlalu dini bahwa orang yang terluka dalam ledakan bom di Depok itu adalah Thorik. Thorik adalah pemilik bom rakitan yang meletup pada Rabu malam di Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.
"Diambil (DNA) untuk mengenali apa betul ada hubungan keluarga, betul nggak keturunannya. Jangan langsung menyimpulkan itu terlalu dini," tutur Untung.
(van/nrl)











































