Aliansi Perempuan: DPR Jangan Janji Palsu RUU TNI Reformatif
Rabu, 01 Sep 2004 18:50 WIB
Jakarta - Aksi Aliansi Perempuan menolak RUU TNI ditemui dua anggota Komisi I DPR. RUU TNI dijanjikan bakal reformatif. Demonstran minta dewan jangan janji palsu.Rapat Komisi I DPR bersama Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno di Gedung DPR/MPR Jakarta berakhir pukul 17.00 WIB, Rabu (19/2004). Begitu keluar ruangan, mereka disambut aksi sekitar 40 aktivis Aliansi Perempuan yang sebelumnya sudah menunggu sekitar setengah jam.Demonstran meneriakkan yel-yel menolak RUU TNI. Namun seorang petugas keamanan menghardik demonstran agar diam. Lalu Hari Sabarno melewati para demonstran. Setelah itu, demonstran kembali meneriakkan yel-yel.Demonstran kemudian diterima Wakil Ketua Komisi I DPR asal FKB Effendy Choirie dan anggota Komisi I DPR asal FR Imam Adaruqutni. Mereka berdialog sambil berdiri di depan ruang rapat Komisi I DPR."Seperti yang ibu-ibu suarakan, kita memang perlu UU baru yang mengatur TNI. Karena UU yang lama memang main bedil. UU lama itu bikinan Orba. Dwifungsi ABRI ikut mengurus penggusuran dan lainnya. Karena sudah reformasi, maka UU tersebut akan diganti dengan semangat rakyat. Itulah yang sedang diperjuangkan FKB dan FR," ujar Choirie.Salah satu inidikasi yang akan menunjukkan RUU TNI reformatif, lanjut dia, yaitu dengan dihapuskannya Kodam, Kodim, dan Koramil. Hal itu menjadi usulan FKB, namun memperjuangkannya tidak mudah."Sebab kadang-kadang fraksi lain dan juga tentara masih menginginkan adanya Kodam, Kodim, dan Koramil. Kalau nanti tidak berhasil, akan di-voting di rapat pleno mendatang," kata Choirie.Hal senada disampaikan Imam Adaruqutni. "FR juga turut memperhatikan bagaimana berlangsungnya pembahasan RUU ini. Ini memang dimaksudkan sebagai perubahan positif," ujarnya.Menanggapi pernyataan kedua anggota dewan tersebut, Koordinator Aliansi Perempuan Yenny Rosa Damayanti mengingatkan agar tidak mengumbar janji palsu. "Anggota dewan juga jangan asal ngomong. Nanti kita lihat buktinya," tukasnya. Puas dengan dialog tersebut, demonstran pun meninggalkan lokasi.
(sss/)










































