Bom yang meledak di bangunan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, mengagetkan warga Depok, Jawa Barat. Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut agar warga tidak resah.
"Saya mohon aparat keamanan perlu mengkaji secara transparan dan terbuka agar masyarakat ini tidak galau, juga tidak bimbang dan bingung, serta resah. Jangan sampai terjadi keresahan," ujar Nurmahmudi dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (9/9/2012).
Menurut dia, ledakan yang terjadi pada Sabtu (8/9) malam di Beji, Depok, harus didalami secara mendalam, apakah bagian rentetan peristiwa sebelumnya atau tidak. Sebab tidak mungkin masyarakat biasa berniat membuat bahan peledak untuk melukai orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kawasan Jalan Nusantara Raya, imbuhnya, merupakan lingkungan perumahan biasa yang tidak mewah namun juga tidak kumuh. Masyarakat tentu bertanya-tanya bagaimana bisa bom ada di lingkungan mereka.
"Bagaimana meluncurnya bom? Melalui proses seprti apa? Apa meracik di situ, apa titipan tas kresek. Lalu siapa yang saat ini terlibat di situ. Info intelijen terkait korban dan penyewa dari ruangan masih terus didalami, semoga segera ada titik terang," harap wali kota asal PKS ini.
Nurmahmudi juga mengapresiasi kejelian, kekompakan dan ketajaman aparat gabungan dalam berupaya mengungkap peristiwa ledakan bom tersebut. Apresiasi itu disampaikan dia melalui surat yang dikirimkan ke Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT), Kapolri, dan Kepala Korps Brimob. Dia berharap upaya aparat sejalan dengan upaya warga dan jajaran keamanan Depok untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini pada terorisme.
Sebelumnya diberitakan ledakan terjadi di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jl Nusantara Raya 63, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (8/9) pukul 21.05 WIB. Kini lokasi ledakan di Panti Asuhan Bidara sudah dikelilingi garis polisi.
Seorang pria dengan tangan nyaris putus akibat ledakan ditetapkan sebagai tersangka. Pria itu saat ini dipinndahkan ke RS Polri Kramat Jati setelah sebelumnya dirawat di RS Mitra Keluarga Depok. Saat ini polisi juga masih mencari Yusup Rizaldi, pria yang mengontrak rumah tersebut untuk dijadikan yayasan yatim piatu.
(/ndr)










































