Pantauan detikcom, Minggu (9/9/2012) pagi, dilihat dari bagian belakang, rumah kontrakan itu berbentuk huruf L. Dua rumah petak berjejer di bagian depan. Sedangkan satu rumah petak lagi terletak di bagian belakang dengan di depannya ada halaman yang tidak terlalu luas.
Nah, para pelaku bom ini menyewa dua rumah petak yang berjejer di bagian depan itu. Sedangkan penjaga tinggal di rumah petak di bagian belakang. Sang penjaga ini terdiri dari satu keluarga. Anaknya bernama Wulan.
Wulan dan ayahnya mengalami luka ringan akibat ledakan ini. Penjaga dan keluarganya ini sudah tinggal dan menjaga rumah kontrakan milik Lukman Hakim itu sejak lima tahun lalu.
Menurut Joko, salah seorang pedagang yang mangkal di depan rumah kontrakan itu, para pengontrak dua rumah petak tersebut berjumlah sekitar 4 orang. Semuanya laki-laki.
"Setahu saya, ada empat orang laki-laki yang menyewa rumah itu. Semuanya laki-laki, rata-rata berumur 25 tahun. Tapi, ada satu yang seperti sudah tua," ujar Joko.
Informasi yang didapatkan detikcom pengontrak rumah bernama Yusup Rizaldi. Saat mengontrak, Yusup membawa KTP yang beralamatkan di Jakarta Pusat. Sementara itu, seorang pengontrak rumah yang mengalami luka berat dan saat ini kritis telah dijadikan tersangka oleh polisi.
Akibat ledakan bom pada pukul 21.05 WIB, Sabtu (8/9/2012), tiga rumah petak itu mengalami kerusakan. Porak-poranda. Namun, kerusakan paling parah terjadi pada dua rumah petak di bagian depan yang disewa kelompok pelaku bom ini.
Puing atap akibat ledakan masih terlihat berantakan di semua ruangan. Kaca jendela juga terlihat pecah, berantakan. Satu sepeda motor bebek hitam terparkir di dekat lokasi ledakan, sementara motor matic warna biru terparkir di halaman.
Terlihat pula di halaman kain hitam menyembul. Belum bisa diperkirakan apa isi di balik kain hitam tersebut.
(ahy/asy)











































