Tersangka bom yang sekujur tubuhnya terlihat gosong dan berdarah-darah itu belum diketahui identitasnya. Dia masih hidup, meski kritis. Kini, tersangka yang mukanya juga terlihat gosong itu telah dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk penanganan lebih lanjut.
Dani, seorang warga yang tinggal di seberang rumah kontrakan 'Yayasan Yatim Piatu' mengaku tidak pernah melihat pria yang terluka parah itu. "Saat mukanya disenter oleh para warga, saya tidak mengenali orang itu. Saya belum pernah lihat sama sekali," kata Dani saat ditemui detikcom, Minggu (9/9/2012).
Memang, kata Dani, pengontrak rumah tersebut baru tinggal di rumah milik Lukman Hakim itu sekitar 2-3 bulan lalu. Mereka tidak pernah bergaul dengan masyarakat sekitar. Karena itu, apakah tersangka tersebut merupakan orang yang tinggal di rumah itu atau tamu, Dani tidak bisa memastikan. "Pengontrak rumah itu tidak pernah berinteraksi," kata dia.
Pemantauan detikcom, saat dievakuasi dari RS Mitra Keluarga menuju RS Polri Kramat Jati, tersangka dibalut dengan selimut cokelat. Di hidungnya, dipasang selang untuk pernafasan bantuan. Di bagian tubuhnya terdapat banyak perban. Bagian lehernya dipasang alat tertentu seperti alat penopang leher.
Rumah yang menjadi lokasi ledakan yang beralamatkan di Jl Nusantara, Beji, Depok ini dikontrak oleh pria bernama Yusup Rizaldi. Saat mengontrak, Yusup berbekal KTP beralamatkan Jakarta. Siapa dia, polisi masih terus memburunya. Apakah pria yang terluka parah itu adalah Yusup, polisi juga belum bisa memastikan.
(asy/asy)











































