Ketiga Orangutan dalam kondisi sehat itu masing-masing ibu Orangutan Riri diperkirakan berusia 20-25 tahun, bayinya berkelamin jantan bernama Rere usia 2-3 tahun serta remaja betina bernama Ruru berusia 10 tahun, direlokasi di hutan kawasan selatan TNK. Sejak awal, kawasan TNK yang memiliki luasan 198.269 Hektar, merupakan habitat satwa Orangutan Kalimantan.
"Dipilihnya TNK merupakan studi lama Universitas Mulawarman. Pertama kita studi habitat, bahwa TNK memang tempat habitat Orangutan," kata Peneliti Orangutan dari Pusat Penelitian Hutan Tropis (PPHT) Universitas Mulawarman Samarinda, Dr Yaya Rayadin, kepada wartawan usai merelokasi ketiga Orangutan itu, di Hutan TNK, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (8/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut kami, TNK masih layak untuk kita lepaskan beberapa individu Orangutan di TNK ini. Selain populasi, PPHT Universitas Mulawarman juga melihat tutupan lahan di TNK," ujar Yaya.
"Hasil kajian kami April 2012, titik tempat relokasi ini masih memiliki hutan yang cukup bagus untuk habitat Orangutan. Bisa anda lihat sendiri, di kanan kiri kita, hutan masih cukup lebat," tambahnya.
Sedangkan pertimbangan untuk mengakses ke lokasi, sambung Yaya, juga melegakan. Beberapa kilometer harus ditempuh melalui jalan setapak, untuk mencapai lokasi relokasi.
"Selain populasi, juga terkait aksesibilitas yang cukup memadai. Kita datang jalan kaki ke sini, 3-4 kilometer untuk menembus masuk ke dalam hutan. Dengan pertimbangan ini, kita bisa melepaskan di sini," jelasnya.
Masih mengurai hasil penelitiannya, Yaya merinci, perihal perilaku Orangutan yang menurutnya, tidak akan jauh berbeda bagi Orangutan untuk beradaptasi dengan tempat barunya sebagai tempat relokasi.
"Dari sisi perilaku Orangutan, tempat ini masih kerabat, masih satu populasi dari tempat asal Orangutan di areal HPH (Hak Penguasaan Hutan). Jadi, tempat baru dengan tempat yang lama, istilahnya masih satu kampung atau masih satu populasi," terang Yaya.
"Saya juga yakin sebaran jenisnya tidak akan jauh berbeda. Artinya, dia akan mengenal beberapa jenis pohon pakan yang dulu dia kenal di tempat asal, dia juga mengenal di tempat barunya ini," jelasnya.
Sedangkan Kepala Balai TNK Asep Sugiharta yang secara simbolis menandai relokasi Orangutan menambahkan, kawasan yang menjadi areal relokasi, merupakan kawasan buffer zone batas zona rimba di Landscape Kutai, dengan ciri-ciri hutan tropis dataran rendah.
"Tempat di sini karena kondisi habitatnya bagus dan secara alamiah menyesuaikan pergerakan di zona rimba di selatan TNK ini. Tempat relokasi ini jauh dari pemukiman penduduk dan ancaman perambahan," kata Asep.
Studi khusus yang dilakukan PPHT Universitas Mulawarman pada tahun 2010 lalu, diperkirakan terdapat 2.000 individu Orangutan Kalimantan yang menghuni areal TNK.
"Kalau ada relokasi atau pelepasan lagi di sini, masih sangat memungkinkan. Kita punya keinginan akan ada 30 individu Orangutan yang akan direlokasi di TNK. Lima diantaranya sudah direlokasi ke sini," sebut Asep.
"Sudah ada 5 Orangutan direlokasi ke sini. Bulan Juni lalu, 2 Orangutan sebelumnya direlokasi di bagian barat TNK. Dengan akses yang cukup bagus, 25 Orang lagi kita upayakan direlokasi ulang di TNK," tutupnya.
Seperti diberitakan, 3 Orangutan yang terjebak di kawasan Hutan Tanam Industri (HTI) milik PT Surya Hutani Jaya (SHJ) di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kaltim, berhasil diselamatkan Satgas Penyelamatan Orangutan PT Surya Hutani Jaya (SHJ) bersama dengan peneliti Orangutan dari Pusat Penelitian Hutan Tropis Universitas Mulawarman (PPHT Unmul) Samarinda, pada tanggal 2 September 2012 lalu. Pada Jumat (7/9/2012) kemarin, PT SHJ menyerahkan ketiga Orangutan dalam kondisi sehat itu ke PPHT untuk direlokasi.
(trq/trq)











































