Yang pertama mengenai komitmen Indonesia dalam mengatasi persoalan kemanusian. Dan yang kedua, Indonesia tidak pernah lupa atas bantuan yang pernah diterima saat bencana besar.
"Paling tidak, kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita punya rasa terima kasih atas mengalirnya bantuan untuk penanganan tsunami Aceh 2004 lalu. Waktu itu, puluhan Negara dan organisasi kemanusiaan dunia menyalurkan bantuannya untuk menangani bencana di Aceh hingga masa-masa rehabilitasi fisik. Nah, sekarang begitu ada persoalan kemanusiaan di Myanmar, saatnya Indonesia hadir juga memberi bantuan," kata Jusuf Kalla (JK) dalam siaran persnya, Sabtu (8/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran JK, Endriartono dan Hamid karena undangan Center Humanitarian Dialog, sebagai pembicara dalam Seminar tentang penyelesaian konflik antar etnik di Myanmar menuju Negara Demokrasi. Mereka bertiga dinilai sebagai tokoh yang punya andil besar dalam suksesnya perundingan damai Indonesia dan GAM di Helsinki.
JK menjelaskan, Indonesia berkepentingan untuk ikut menyelesaikan konflik Rohingya. Jika tidak diselesaikan, konflik itu bisa saja merambat ke Indonesia.
"Bila api tidak dipadamkan, bisa-bisa rumah kita ikut terkena dampak kebakaran. Jadi, cepat-cepat harus ditangani dengan pendekatan kemanusiaan," ujar Kalla.
(mok/gah)











































