Meski begitu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tampak ingin lebih berhati-hati menyerukan dukungan kepada pasangan calon yang dibesut partainya bersama PDIP, Jokowi-Ahok.
Saat membuka acara halal bihalal dengan Pondok Pesantren KH Abdurrachman Wahid bersama dengan Persatuan Tionghoa Indonesia Raya (Petir) di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Prabowo menolak 'berkampanye' saat diminta para undangan yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Prabowo pun sempat berkelakar mengenai kampanye terselubung yang kini semakin marak dilakukan.
"Enak saja, mereka kampanye terselubung, kita nggak boleh," katanya.
Prabowo mengatakan, untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan pengorbanan yang besar. Ia juga mengajak Petir yang merupakan sayap politik Partai Gerindra dan juga pendukung pasangan calon Jokowi-Ahok, untuk merapatkan barisan jelang Pemilukada DKI putaran kedua.
"Selamat berjuang untuk Petir, keluarga besar Ponpes KH Abdurrachman Wahid Soko Tunggal, mari kita rapatkan barisan, mari membela dan membangun perdamaian, mari kita membalas intimidasi dengan gembira," katanya.
(jor/gah)











































