Nyaris Tanpa Jeda

Salam APEC dari Vladivostok (5)

Nyaris Tanpa Jeda

Ahmad Agus - detikNews
Sabtu, 08 Sep 2012 08:38 WIB
Nyaris Tanpa Jeda
Presiden SBY dan Dubes RI untuk Rusia
Jakarta - Persis pukul 14.42 waktu setempat, Jumat (7/9/12), Presiden SBY beserta rombongan tiba di bandara internasional Knevichi, kota ujung Timur Rusia, Vladivostok. Setelah dilakukan penyambutan oleh protokol setempat dan KBRI Moskow, seluruh rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuju ke Far Eastern Federal University (FEFU) di Pulau Russkiy yang menjadi tempat menginap para Kepala Ekonomi APEC.

Presiden yang ditemani oleh Ibu Negara tampak segar dan tidak seperti baru saja menerbangi ribuan kilo meter. Cuaca yang sejak hari sebelumnya tampak cerah membuat suasana terasa lebih ceria. Presiden yang didampingi Menlu, Mendag dan kalangan wartawan tersebut secepat kilat menuju kamar masing-masing untuk melakukan fresh up.

Ketika jam menunjukkan angka 16.30, kelompok kuli tinta dihebohkan dengan sebuah berita bahwa Presiden akan memberikan briefing setengah jam kemudian. Mereka kemudian segera bersiap kembali dan lari tunggang langgang menuju ruang press conference yang telah disediakan. Pemeriksaan keamanan yang cukup ketat menyebabkan sebagian mereka tergopoh-gopoh karena harus melewati tangga hingga lantai lima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan ketika tiba di tempat tujuan, ternyata Presiden dan beberapa menteri serta pejabat yang menangani APEC telah duduk manis sambil menunggu kedatangan para wartawan. Tanpa banyak kalam, acara briefing segera dimulai.

Dalam pertemuan sore itu, dibahas isu-isu yang terkait denan liberalisasi perdagangan dan investasi (trade and investment liberalization), integrasi ekonomi regional (regional economic integration) dan peningkatan ketahanan pangan (strengthening food security). Selain itu, akan dibahas pula upaya membangun rantai pasokan yang bisa diandalkan (establishing reliable supply chains) dan kerjasama intensif untuk mendorong pertumbuhan inovatif (intensive cooperation to foster innovative growth).

Presiden menekankan, meskipun APEC bersifat tidak mengikat namun negosiasi tetap harus fokus pada kepentingan nasional. Para negosiator tidak boleh mudah ditekan oleh negara kuat ataupun cepat empati negara yang lemah. Di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang semakin melemah saat ini negosiasi di semua fora harus untuk kepentingan nasional agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi dan berkesinambungan.

Usai acara briefing, Presiden dan rombongan kembali ke tempat penginapan. Sejam kemudian kejutan lain segera datang. Presiden dan Ibu negara tertarik menikmati suasana pantai di dekat penginapan di bawah matahari sore yang redup.

"Ayo pada jalan-jalan, kita cari keringat mumpung udaranya bagus," ujarnya sambil berjalan cepat diiringi oleh beberapa menteri dan pengawal kepresidenan. Dubes RI untuk Rusia dan Belarus Djauhari Oratmangun beserta istri juga mendampinginya.

Hari-hari berikutnya, agenda Presiden SBY akan lebih padat lagi. Selain akan mengikuti pertemuan para pimpinan APEC, juga melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa kepala pemerintahan/negara lain.

(asy/asy)


Berita Terkait