Presiden Kurang Puas atas Hasil Hortikultura Indonesia

Presiden Kurang Puas atas Hasil Hortikultura Indonesia

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2004 16:54 WIB
Karanganyar - Presiden Megawati mengaku kurang puas terhadap pengembangan hortikultura di Indonesia. Diharapkan lima tahun kedepan Indonesia tampil sebagai negara berpengaruh di dunia dalam bidang tersebut, setidaknya di Asia Tenggara yang di masa lalu negara-negara kawasan itu mendatangkan bibit tanaman dari Indonesia.Hal itu disampaikan Megawati saat meresmikan pencanangan akselerasi pengembangan agribisnis dan bulan promosi hortikultura Nusantara yang diadakan di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Rabu (1/9/2004) siang."Saya ingin lima tahun ke depan Indonesia menjadi salah satu negara berpengaruh dalam produksi hortilkultura di dunia, setidaknya di kawasan Asean ataupun di Asia Timur. Masak kita kalah dengan Thailand, Malaysia, Filipina yang dulu mendapatkan bibit-bibitnya dari Indonesia," ujar Mega.Dikatakannya, jambu dan mangga bangkok yang saat ini sudah mendunia itu adalah jenis tanaman unggul asal Thailand yang mendapatkan bibit induknya dari Indonesia pada tahun 1960-an. Demikian pula cikal-bakal anggrek Thailand adalah bibit yag berasal atau dibeli para petani dari Pasar Minggu, Jakarta."Ini sangat memprihatinkan sekali karena kita yang merupakan daerah asalnya justru terpuruk dalam sektor hortikultura tersebut. Maka lima tahun ke depan kita harus bisa bangkit. Harus ada gerakan petani yang lebih baik agar hasilnya lebih optimal. Semua unsur penunjangnya yang menjadi mata rantai produksi dan penjualannya juga juga harus diperhatikan dan dikembangkan," kata Mega."Waktu kecil, saya sering berlibur ke Tawangmangu. Saya sering memanjat pohon untuk memetik jeruk Tawangmangu dan tidak mau turun karena menikmati enaknya jeruk Tawangmangu. Saya prihatin ketika jeruk Tawangmangu habis terkena hama CVVD beberapa tahun lalu. Padahal jeruk itu bisa menjadi komoditas mahal kita, seperti halnya jeruk Garut," papar Ibu Presiden.Di akhir pidato tanpa teks tersebut, tiba-tiba Megawati berkomentar tentang banyaknya warga yang ikut memadati tempat acara peresmian berlangsung. Menurut dia, orang-orang yag tetap setia menunggu untuk bertemu dengannya itu adalah karena senang kepadanya."Mereka mau melakukannya ya karena senang kepada saya. Kalau tidak senang ya tidak mungkin mau datang dan menunggu," kata dia mengakhiri pidato. Namun dia tidak menyinggung ribuan murid sekolah dari SD hingga SLTA yang dibariskan sejak pagi di pinggir jalan sambil memegang bendera plastik untuk menyambutnya.Setelah dari Karanganyar, Megawati bersilaturahmi ke kediaman Habib Anis al-Habsyi di Kampung Gurawan, Pasarkliwon, Solo. Dia disertai Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Menteri Kesehatan Achmad Sujudi, Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng dan sejumlah pejabat lain. Dari rumah Habib Anis, Mega langsung ke Bandara Adi Sumarmo untuk kembali ke Jakarta. (asy/)


Berita Terkait