Buaya Sering Lepas, Warga Deli Serdang Tuntut Penangkaran Ditutup

Buaya Sering Lepas, Warga Deli Serdang Tuntut Penangkaran Ditutup

Khairul Ikhwan - detikNews
Jumat, 07 Sep 2012 14:54 WIB
Warga menunjukkan buaya yang diduga lepas dari penangkaran (khairul ikhwan/detikcom)
Medan - Seratusan warga demo ke penangkaran buaya di Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (8/9/2012). Mereka kesal karena buaya dari sana sering lepas.

Aksi tersebut merupakan buntut protes warga pasca ditemukannya seekor buaya sepanjang satu meter dari rawa seluas 50 meter di belakang pemukiman warga, Kamis (7/9/2012) siang.

Salah seorang warga, Effendi Barus (30) menyebutkan, warga hanya berhasil menangkap seekor dari tiga buaya yang dilaporkan lepas sepekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Buaya yang dapat dipancing pakai umpan bangkai ayam. Ada dua lagi yang belum ditemukan di sekitar rawa," sebut Effendi.

Menurut Effendi, lepasnya buaya dari penangkaran bukan yang pertama kali. Sejumlah buaya juga pernah lepas dari penangkaran sekitar dua tahun lalu.

"Kalau banyak yang lepas, ini bisa mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak yang berada di sekitar rawa," sebut Effendi.

Sementara pengawas penangkaran buaya, Irwansyah Kaban (30) mengaku, lepasnya buaya dari penangkaran bukan karena keteledoran pengelola. Dua buaya dinyatakan hilang dari penangkaran akibat disatroni maling pada Mei 2012 lalu.

"Minggu lalu penangkaran juga kemalingan. Seekor buaya hilang. Kemungkinan buaya yang ditemukan warga adalah buaya yang hilang pekan lalu," sebut Irwansyah.

Kepada warga, pihak penangkaran berjanji akan menyisir rawa untuk memastikan tidak ada buaya di dalam rawa. Penangkaran sendiri hanya berfungsi sebagai lokasi pembesaran buaya saja. Sementara buaya anakan didatangkan dari berbagai daerah oleh pengumpul.

(rul/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini