Sikap Netral PKB
Pengamat: PKB Jangan Jadi Oportunis
Rabu, 01 Sep 2004 16:24 WIB
Jakarta - Pengamat politik Indra J. Piliang mengatakan, keputusan PKB untuk netral pada pilpres putaran kedua, cukup mengejutkan. Tapi sikap itu harus ditunggu sampai presiden nanti terpilih, jangan sampai akhirnya PKB menjadi partai oportunis."Sikap netral PKB merupakan sesuatu yang mengejutkan, karena secara tradisi PKB biasanya selalu dekat dengan kekuatan pemerintahan. Tetapi sikap netral ini harus ditunggu sampai presiden nanti terpilih," kata Indra.Hal tersebut disampaikan pengamat politik dari CSIS itu kepada wartawan di sela-sela diskusi "Pernyataan Sikap Mengenai Kebebasan Pers", di Freedom Institute, Jl. Irian, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2004).Menurut Indra, usai pilpres nanti, bila PKB akhirnya bergabung dalam pemerintahan tersebut, justru akan menunjukkan sikap yang oportunis."Usai pilpres, harus dipikirkan apakah PKB itu akan beroposisi atau justru ikut bergabung dalam kabinet. Kalau malah bergabung dengan kabinet, justru menunjukkan sikap yang oportunis yang tidak mau cape-cape tapi langsung mau hasilnya," kata dia.Indra juga melihat, meskipun keputusan PKB ini dapat diterima para pendukung PKB, kemungkinan ada juga sebagian yang akan memberikan dukungannya kepada salah satu calon."Meskipun DPP bilang netral, di bawah pasti ada yang mendukung salah satu calon. Contohnya seperti Matori Abdul Djalil, yang dulu memberikan dukungan ke Megawati," demikian Indra Piliang.
(fab/)











































