Atasi Terorisme Tak Cukup Andalkan Upaya Penindakan

Atasi Terorisme Tak Cukup Andalkan Upaya Penindakan

Ferdinan - detikNews
Jumat, 07 Sep 2012 03:58 WIB
Atasi Terorisme Tak Cukup Andalkan Upaya Penindakan
Rumah Thorik pemilik bahan peledak di Tambora (detikcom)
Jakarta - Ancaman terorisme masih ada di Indonesia. Penyergapan dua terduga teroris Solo termasuk temuan bahan peledak di Tambora, Jakarta Barat menjadi bukti, teror masih harus diwaspadai.

Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan ancaman terorisme ini sulit diatasi bila aparat terkait hanya mengandalkan upaya penindakan.

"Penangkapan dan penindakan hanya timbulkan dendam baru, tidak cukup seperti itu. Jadi kita perlu merumuskan metode proses pengendalian mengatasi teroris, supaya efektif," kata Wawan Purwanto saat dihubungi detikcom, Kamis (6/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi teror yang kebanyakan dilandasi karena keyakinan pelaku yang salah, harus diredam dengan proses deradikalisasi. "Karena ancaman ini masih nyata, proses deradikalisasi harus dilakukan dan upaya lain untuk mengubah pola pikir atas keyakinan yang salah. Tapi butuh ketekunan dari pemerintah dan pihak terkait," jelas dia.

Munculnya teror belakangan ini diyakini karena pelaku melihat celah ketidaksigapan aparat. "Gerakan-gerakan teror harus diwaspadai. Dendam para teroris tidak hilang, mereka muncul ketika aparat tidak siaga," sambungnya.

Terkait Muhammad Thorik pemilik bahan peledak di Tambora, Jakbar, Wawan menduga Thorik menjadi rekrutan baru. Pola rekrutmen teroris ini dilakukan oleh teroris yang belum tertangkap dan masih bebas beraktivitas. "Rekrutmen baru meski jaringan lama," katanya

Karena itu, masyarakat sebut Wawan harus waspada terhadap lingkungan sekitarnya. "Masyarakat harus terbiasa untuk waspada, karena masyarakat yang paling depan mengetahui gerak gerik aneh di sekitarnya," tuturnya.

(fdn/fdn)


Berita Terkait