Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan ancaman terorisme ini sulit diatasi bila aparat terkait hanya mengandalkan upaya penindakan.
"Penangkapan dan penindakan hanya timbulkan dendam baru, tidak cukup seperti itu. Jadi kita perlu merumuskan metode proses pengendalian mengatasi teroris, supaya efektif," kata Wawan Purwanto saat dihubungi detikcom, Kamis (6/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munculnya teror belakangan ini diyakini karena pelaku melihat celah ketidaksigapan aparat. "Gerakan-gerakan teror harus diwaspadai. Dendam para teroris tidak hilang, mereka muncul ketika aparat tidak siaga," sambungnya.
Terkait Muhammad Thorik pemilik bahan peledak di Tambora, Jakbar, Wawan menduga Thorik menjadi rekrutan baru. Pola rekrutmen teroris ini dilakukan oleh teroris yang belum tertangkap dan masih bebas beraktivitas. "Rekrutmen baru meski jaringan lama," katanya
Karena itu, masyarakat sebut Wawan harus waspada terhadap lingkungan sekitarnya. "Masyarakat harus terbiasa untuk waspada, karena masyarakat yang paling depan mengetahui gerak gerik aneh di sekitarnya," tuturnya.
(fdn/fdn)










































