Para pendemo dari Aliansi Penghuni Rumah Negara (Ara) mengenakan baju serba hitam bergambar Munir dan membawa spanduk berukuran 3 x 1 meter bertuliskan "8 Tahun dibunuh, 8 tahun tanpa keadilan, 8 tahun kami tidak lupa" di seberang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2012).
Hal ini untuk mengingatkan bahwa kasus Munir sudah lama sekali belum terselesaikan. Turut serta dalam aksi ini pegiat HAM, M Fadjrul Rahman. Fadjrul menyampaikan orasinya dan meminta Presiden SBY turun tangan langsung dalam penyelesaian kasus Munir ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Munir, Suciwati juga terlihat dalam kerumunan pendemo. Dia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman atas dukungannya selama ini dalam menemani dia mengungkapkan kasus suaminya yang tak kunjung jelas.
"Saya tetap tegar tetap berjuang mempertahankan perjuangan ini. Saya berterimakasih kepada teman-teman yang telah mendukung sehingga saya tetap kuat sampai saat ini," kata Suci.
Aksi yang dimulai sore hari ini selesai pukul 18.00 WIB. Sebelum membubarkan diri massa melakukan aksi teatrikal menaruh topeng-topeng berwajah manusia di jalan dengan dikelilingi taburan bunga berwarna merah.Massa Berbaju Hitam Bergambar Munir Demo di Depan Istana
Sekitar 270 orang pendukung Munir melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka. Mereka menutut agar kasus Pembunuhan Munir cepat diselesaikan.
Para pendemo dari Aliansi Penghuni Rumah Negara (Ara) mengenakan baju serba hitam bergambar Munir dan membawa spanduk berukuran 3 x 1 meter bertuliskan "8 Tahun dibunuh, 8 tahun tanpa keadilan, 8 tahun kami tidak lupa" di seberang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2012).
Hal ini untuk mengingatkan bahwa kasus Munir sudah lama sekali belum terselesaikan. Turut serta dalam aksi ini pegiat HAM, M Fadjrul Rahman. Fadjrul menyampaikan orasinya dan meminta Presiden SBY turun tangan langsung dalam penyelesaian kasus Munir ini.
"Sudah 8 tahun kasus Munir ini namun sama sekali belum ada perkembangannya. Presiden SBY dengan segala kewenangannya saya harap bisa membuat kasus ini dapat cepat terbongkar. Jika dia bisa membongkar kasus ini maka dia dapat dikenang sebagai pemebela HAM," kata Fadjrul dengan nada suara tinggi.
Istri Munir, Suciwati juga terlihat dalam kerumunan pendemo. Dia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman atas dukungannya selama ini dalam menemani dia mengungkapkan kasus suaminya yang tak kunjung jelas.
"Saya tetap tegar tetap berjuang mempertahankan perjuangan ini. Saya berterimakasih kepada teman-teman yang telah mendukung sehingga saya tetap kuat sampai saat ini," kata Suci.
Aksi yang dimulai sore hari ini selesai pukul 18.00 WIB. Sebelum membubarkan diri massa melakukan aksi teatrikal menaruh topeng-topeng berwajah manusia di jalan dengan dikelilingi taburan bunga berwarna merah.Massa Berbaju Hitam Bergambar Munir Demo di Depan Istana
Sekitar 270 orang pendukung Munir melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka. Mereka menutut agar kasus Pembunuhan Munir cepat diselesaikan.
Para pendemo dari Aliansi Penghuni Rumah Negara (Ara) mengenakan baju serba hitam bergambar Munir dan membawa spanduk berukuran 3 x 1 meter bertuliskan "8 Tahun dibunuh, 8 tahun tanpa keadilan, 8 tahun kami tidak lupa" di seberang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2012).
Hal ini untuk mengingatkan bahwa kasus Munir sudah lama sekali belum terselesaikan. Turut serta dalam aksi ini pegiat HAM, M Fadjrul Rahman. Fadjrul menyampaikan orasinya dan meminta Presiden SBY turun tangan langsung dalam penyelesaian kasus Munir ini.
"Sudah 8 tahun kasus Munir ini namun sama sekali belum ada perkembangannya. Presiden SBY dengan segala kewenangannya saya harap bisa membuat kasus ini dapat cepat terbongkar. Jika dia bisa membongkar kasus ini maka dia dapat dikenang sebagai pemebela HAM," kata Fadjrul dengan nada suara tinggi.
Istri Munir, Suciwati juga terlihat dalam kerumunan pendemo. Dia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman atas dukungannya selama ini dalam menemani dia mengungkapkan kasus suaminya yang tak kunjung jelas.
"Saya tetap tegar tetap berjuang mempertahankan perjuangan ini. Saya berterimakasih kepada teman-teman yang telah mendukung sehingga saya tetap kuat sampai saat ini," kata Suci.
Aksi yang dimulai sore hari ini selesai pukul 18.00 WIB. Sebelum membubarkan diri massa melakukan aksi teatrikal menaruh topeng-topeng berwajah manusia di jalan dengan dikelilingi taburan bunga berwarna merah.
(slm/nwk)










































