"Farhan 'darah birunya' teroris, bapaknya Sutarno mati dihakimi massa setelah mencoba membunuh Menhan saat itu. Waktu itu Farhan umur 6 tahun. Ia punya ayah tiri Abu Omar, tertangkap membawa senpi di Surabaya dan ada hubungannya dengan yang di hutan UI Depok," kata Kepala BNPT, Ansyad Mbai, di kantornya, Jalan Imam Bonjol nomor 53, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2012).
Ansyaad menjelaskan hubungan Abu Omar dengan Farhan menunjukkan adanya keterkaitan kelompok Farhan dengan jaringan teroris lama. Pembelian senjata pun dilakukan Abu Omar di Filipina diikuti oleh Farhan hingga kini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ansyaad menyebutkan nama kelompok teroris baru di Solo dan Poso adalah kelompok 11. Kelompok ini masih memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris Abu Omar.
"Kelompok 11 ini baru tapi itu bukan baru, justru Abu Omar kelompok paling lama. Abu omar ini kelompok Zulfikar. Mereka ini dulu menyebut kelompoknya kelompok ββAmin yang membom Masjid Istiqlal. Kelompok ini dari kompi F batalyon Abu Bakar sempalan dari NII Rajengan Masduki. Dari situlah menyempal Abu Bakar Ba'asyir JI. Memang rumit, jadi bisa dibilang jaringan baru tapi dari scoop mana karena semua bertalian," ucap Ansyad.
Bagaimana dengan Thorik yang dicurigai salah satu pelaku teror yang ditemukan sejumlah bom rakitan di rumah di Tambora? Ansyad mengaku belum ada kepastian hubungan Thorik dengan Kelompok 11 milik kelompok Farhan.
"Kita belum jelas, saya tidak akan bicara itu karena belum ada fakta," tutup Ansyaad.
(/)











































