Meski DPP PKB Netral
PKB Jatim Tetap Dukung SBY
Rabu, 01 Sep 2004 13:56 WIB
Jakarta - Ketua DPW PKB Jatim Choirul Anam dapat menerima keputusan Mukernas III PKB yang memilih bersikap netral. Namun DPW Jatim tetap akan mendukung pasangan SBY-Kalla.Sikap itu dipilih karena dalam salah satu butir rekomendasi Mukernas menyebutkan, dalam memilih pasangan capres dan cawapres, kader disarankan memilih capres yang dinilai lebih baik, aspiratif dan sesuai tausiyah para ulama.Sementara dalam butir-butir dasar pertimbangan keputusan Mukernas poin 5 menyebutkan bahwa sebagai partai politik yang bekerja di bawah bimbingan para ulama, PKB telah menerima tausiyah para ulama sepuh yang pada pokoknya demi kemaslahatan para ulama sepuh itu meminta PKB memilih pasangan SBY-Kalla.Hal itu dikatakan Chairul dalam jumpa pers bersama rombongan DPW-DPW yang mendukung SBY dalam Mukernas PKB yang ditutup hari ini di Hotel Regent, Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (1/9/2004)."Yang penting tausiyah ulama yang mendukung SBY-Kalla. Khusus untuk Jatim, akan tetap mendukung SBY-Kalla," tandasnya.Menurutnya, karena PKB memiliki sikap yang netral, sehingga tidak ada larangan bagi pengurus PKB untuk menjadi tim sukses dan mendukung pasangan siapa pun.Dijelaskan, berdasarkan UU No 23/2003, PKB tidak lagi aktif memberikan dukungan kepada calon karena calonnya sudah tereliminasi. "Tapi PKB kan punya massa dan suporter. Jadi ibarat sepakbola, PKB sudah terdegradasi. Namun PKB punya suporter yang harus diatur," tegasnya.Jadinya, untuk Jatim, suaranya akan diberikan ke SBY. Alasannya berdasarkan pilprs pertama, mayoritas warga Jatim mendukung SBY. "DPW yang akan mendukug SBY akan bergerak sendiri-sendiri untuk menyekseskan pasangan tersebut," kata Chairul.DPW PKB yang mendukung SBY ada 12 antara lain Sulut, NAD, Jambi, Kepri, Lampung, Jatim, NTB, Sulsel, Sultra, Maluku dan Malut, serta Papua.Ketua DPW Sulut, Ferry Tinggogoy yang juga anggota DPR, menyatakan pihaknya akan menyukseskan SBY di Sulut.Sementara, Wakil Ketum DPP PKB Mahfud MD menyatakan, seluruh warga PKB memiliki hak untuk mendukung pasangan siapa pun, termasuk jadi tim sukses/tim kampanye."Tapi keberadaan mereka bukan mengatasnamakan PKB, tapi individu. Jadi silakan mereka ikut Pak Hasim atau SBY, tapi jangan pakai baju partai," kata Mahfud.Sedangkan Sekjen PKB Muhaimin Iskandar menyatakan, keputusan netral PKB dan tidak berpihak pada salah satu pasangan adalah sangat memuaskan karena semua pihak mengayomi. "Mereka yang punya hubungan baik dengan SBY dan Mega, juga terayomi," katanya.
(nrl/)











































