Karo Penmas Polri, Boy Rafli Amar, menghimbau agar Thorik segera menyerahkan diri. Menurutnya sikap Thorik malah akan membuat anak istrnya merasa tidak tenang.
"Kita imbau kepada saudara M Thorik untuk kembali, kasihan orang tua, anak dan istrinya," kata Boy di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2012).
Menurut Boy, tim Densus 88 sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Boy juga meminta Toriq datang dan menjelaskan motif dari tindakannya.
"Apa motifnya, menyimpan, memiliki barang yang bisa membahayakan diri sendiri, keluarga dan orang tua," tanya Boy.
Boy meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan Thorik agar segera melapor kepada pihak kepolisian," Jika ada yang tahu kondisinya, bisa segera dilaporkan kepada polisi," ujarnya.
Sebelumnya, Polisi sudah memastikan Muhammad Thorik adalah teroris. Kepastian ini didapat berdasar hasil sitaan polisi yakni bahan peledak untuk merakit bom dari rumah Thorik.
"Iya dia teroris, kita pastikan setelah ditemukan adanya bahan-bahan yang diduga peledak dan juga olah TKP dari petugas labfor," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, saat dihubungi, Rabu (5/9) malam.
Polda Metro Jaya, sebut Rikwanto akan berkoordinasi dengan Detasemen Khusus 88/Antiteror guna mengetahui jaringan kelompok Thorik. "Apakah kelompok lama atau kelompok baru. Saat ini Thorik masih dalam pengejaran petugas," imbuh Rikwanto.
(slm/nwk)











































