"Mungkin bomnya mau dibawa ke situ atau ketemu ikhwan-ikhwannya di situ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat ditemui di sekitar rumah Thorik, Jl Teratai 7 No 4 RT 02/0, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (6/9/2012).
Rikwanto menjelaskan, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Barang bukti yang disita belerang, arang, potasium, serbuk alumunium, paku 2 ons, paralon panjang 4 meter, lakban, peralatan elektronik untuk switch, batere 9 volt 4 buah, beberapa detonator, dan 5 potong paralon ukuran 25 cm berisi bahan peledak yang sudah dilakban tanpa power, paku 2 kardus," jelas Rikwanto.
Aksi Thorik yang tengah meracik bom itu terungkap karena terendus warga. Ada kepulan asap dari rumah Thorik pada Rabu (5/9) sore. Saat itu Thoriq menolak rumahnya diperiksa, hingga pada akhirnya warga mendobrak rumah itu.
Saat itu, Thorik melarikan diri dan warga melapor ke petugas kepolisian. Polisi memastikan Thorik masuk jaringan teroris. "Bom itu low explosive," tutur Rikwanto.
(ndr/nrl)











































