'Koalisi Monyet Pecat Sutiyoso' Aksi di Bundaran HI

'Koalisi Monyet Pecat Sutiyoso' Aksi di Bundaran HI

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2004 11:43 WIB
Jakarta - Gara-gara aspirasinya tidak didengar, para aktivis LSM anti-Sutiyoso pun mendeklarasikan 'Koalisi Monyet Pecat Sutiyoso'. Koalisi ini akan memperjuangkan penonaktifan Sutiyoso dari kursi gubernur."Sudah banyak orang yang koar-koar agar Sutiyoso dihentikan dari jabatannya, tapi tidak ada yang mendengar. Mungkin kalau monyet, ada yang mendengar," kata salah satu pendemo, Barkah Gamulya, di lokasi demo, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2004).Aksi digelar sejak pukul 11.00 WIB dan hingga kini masih berlangsung. Arus lalu lintas dari Jl.Sudirman (Tosari) menuju Bundaran HI agak tersendat karena pengemudi banyak yang melambatkan kendaraannya, ingin menyaksikan demonstrasi itu.Pada pendemo membawa serta seekor monyet yang biasa keliling kampung mengamen topeng monyet. Monyet diberi pakaian merah dan bertopeng. Monyet yang tak tahu apa-apa itu berkeliling mengitari pendemo sambil membawa perlengkapan topeng monyet seperti biasanya. Aksinya diiringi gendang dan musik seadanya.LSM yang mendeklarasikan Koalisi Monyet Pecat Sutiyoso antara lain Urban Poor Consortium (UPC), Walhi Jakarta, Jaringan Rakyat Miskin Kota, dan Kontras. Panitia juga menyebut nama Franky Sahilatua dan Nursyahbani Katjasungkana sebagai pendukung deklarasi.Koalisi Monyet mendesak agar anggota DPRD Jakarta yang baru dilantik segera memecat Sutiyoso. Alasannya, Sutiyoso telah melakukan pelanggaran HAM pada rakyat Jakarta lewat penggusuran, penggarukan becak dan PKL, korupsi dan money politics. Yang paling utama, penonaktifan harus dilakukan karena Sutiyoso adalah tersangka kasus 27 Juli.Divisi Advokasi UPC Barkah Gamulya menyatakan, tidak sudi rakyat Jakarta dipimpin oleh seorang gubernur yang merupaka tersangka HAM. Apalagi Sutiyoso sudah sewenang-wenang melakukan berbagai pelanggaran. "Dan dengan statusnya sebagai tersangka, pekerjaannya sebagai gubernur tidak bisa dikerjakan dengan baik karena tidak konsentrasi," katanya.Dalam waktu dekat, kata Barkah, Koalisi Monyet menggagendakan bertemu dengan anggota DPRD yang baru dilantik. "PKS sudah menyatakan siap bertemu, hanya tinggal menentukan waktu yang paling tepat saja," kata Barkah. Selain akan ke DPRD, mereka mendesak Presiden RI dan Kejati DKI agar segera menyelesaikan dan menuntaskan kasus 27 Juli ke pengadilan.Dalam aksi yang diikuti 30-an orang itu juga dibawa serta potongan kardus berukuran 1 meter x 20 meter yang bertuliskan "Pecat Sutiyoso Tersangka 27 Juli".Sedangkan dalam rilis yang dibagikan pada pengemudi kendaraan, pendemo menyatakan, "Sejahat-jahatnya monyet liar, tidak ada yang sejahat Sutiyoso. Sekasar-kasarnya monyet hutan, tidak ada yang sekasar Sutiyoso. Bahkan kini monyet hutan dan monyet liar lebih ramah." (nrl/)



Berita Terkait