Penemuan mortir yang diduga peninggalan Perang Dunia ke-II ini sebenarnya pertama kali ditemukan oleh Kresto, operator alat berat excavator saat melakukan penggalian pada senin sore kemarin (3/9/2012), di Desa Panyangkalan. Dua buah mortir berukuran 35 centimeter yang ditemukan Kresto ini langsung diamankan ke Mapolsek Bajeng.
Selang satu jam kemudian di tempat terpisah, Daeng Siajang, seorang warga Desa Bori Matangkasa, pengrajin batu bata kemudian menemukan satu buah mortir lagi, yang berukuran sekitar 50 centimeter dan diduga masih aktif. Mortir ini kemudian sempat dibawa ke kantor Koramil Bajeng, sebelum dijemput aparat kepolisian untuk dibawa ke Mapolsek Bajeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi penemuan mortir ini sendiri masih dalam penjagaan ketat aparat kepolisian untuk keperluan penyelidikan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu Kasat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Ramdani Hidayat yang dihubungi detikcom mengaku belum menerima laporan lengkap dari anggotanya, terkait penemuan mortir tersebut.
(mna/ahy)










































