Nepal Terguncang, 12 Pekerja Dibunuh Kelompok Militan Irak

Nepal Terguncang, 12 Pekerja Dibunuh Kelompok Militan Irak

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2004 10:45 WIB
Jakarta - Rakyat Nepal terguncang. Mereka marah dan sedih mendengar berita pembunuhan 12 pekerja Nepal oleh kelompok militan di Irak. Pemerintah Nepal pun menyerukan dunia internasional untuk mengambil tindakan atas pembunuhan ini.Aksi demonstrasi terjadi di ibukota Nepal, Kathmandu untuk memprotes peristiwa tersebut. Puluhan orang meluapkan kemarahan mereka di luar sebuah masjid di Kathmandu. Di sana massa melakukan aksi pembakaran ban dan menuntut pelaku pembunuhan untuk diadili.Demikian disampaikan Kepolisian Nepal seperti diberitakan AFP, Rabu (1/9/2004). Nepal tidak ambil bagian dalam koalisi pimpinan AS di Irak. Ini merupakan pembantaian sandera tunggal terbesar di Irak sejak dimulainya invasi AS ke negeri itu.Ratusan pendemo di bagian lain Kathmandu membawa slogan-slogan yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Nepal Sher Bahadur Deuba. Menurut mereka, PM harus bertanggung jawab secara moral atas kejadian tersebut.Di Lele, 20 kilometer selatan Kathmandu, ratusan penduduk desa yang menangis, berkumpul di sekitar rumah sederhana milik seorang warga, Ramesh Khadka (19), yang termasuk di antara mereka yang dieksekusi militan Irak. "Kami tadinya berharap ia kembali dengan selamat. Ini sangat mengejutkan. Ini benar-benar tidak diharapkan," tutur Sudarshan Khadka, kakak Ramesh Khadka. "Adik saya pergi ke sana cuma untuk mencari pekerjaan. Dia tidak ada hubungannya dengan Amerika," ujarnya sedih.Berita pembunuhan 12 pekerja asal Nepal berasal dari sebuah video buram yang diposting di sebuah situs. Di sana terlihat militan memenggal seorang pekerja Nepal dan menembak mati 11 sandera Nepal lainnya. Sejauh ini belum ada konfirmasi independen mengenai kematian 12 orang tersebut.Pemerintah Nepal pun mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan tersebut. Demikian statemen Kementerian Luar Negeri Nepal. (ita/)


Berita Terkait