Pemandangan miris terlihat di bangunan SMP 2 Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Seluruh ruangan nyaris disesaki debu akibat aktivitas tambang batu bara yang ada di sekelilingnya.
Sejumlah ruangan lainnya selain ruang belajar, yang terlihat disesaki debu aktivitas tambang batu bara, Rabu (5/9/2012), diantaranya ruang laboratorium komputer beserta unit komputer serta ruang dewan guru. Dengan kondisi itu, aktivitas belajar mengajar siswa pun tidak berlangsung hingga siang hari.
"Saya juga baru-baru tahu. Saya heran, setiap pagi anak saya masuk sekolah, sebentar langsung pulang," kata salah seorang orang tua siswa SMP 2 Loa Kulu, Merang, kepada wartawan saat ditemui di sekolah itu, Rabu (5/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata anak saya, guru-guru mogok belajar, guru-guru banyak yang sakit pernapasan. Ini sudah disampaikan ke dinas (Dinas Pendidikan), perusahaan tambang, tapi tidak ada tanggapan," ujar Merang.
"Lebih baik tidak ada tambang daripada anak-anak saya tidak sekolah. Berulang kali dibersihkan, tetap saja berdebu. Sudah hampir 2 minggu libur sekolah," tambahnya.
Sedangkan warga sekitar, Agus Arianto, mengutarakan keluhan yang tidak berbeda. Debu berwarna abu-abu kehitaman akibat aktivitas tambang batu bara itu, sudah berlangsung lama. Sehingga, tersendatnya aktivitas belajar mengajar sudah berlangsung sejak 13 Agustus 2012 lalu.
"Kita sangat menyayangkan pemerintah tidak tanggap soal debu ini. Apalagi ujian siswa tidak lama lagi digelar," keluh Agus.
Rencananya, pagi tadi, guru-guru di sekolah itu berencana untuk mendemo perusahaan tambang di sekitar sekolah mereka. Namun, niatan demo itu urung dilakukan lantaran diduga kuat ada intervensi dari pejabat dinas pendidikan setempat.
Kepala Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Hermawan, tidak kunjung memberikan jawaban ketika dikonfirmasi detikcom melalui telepon maupun SMS. (trw/trw)










































