Jadi Target Bom Teroris, DPR Tingkatkan Kewaspadaan

Jadi Target Bom Teroris, DPR Tingkatkan Kewaspadaan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 05 Sep 2012 14:42 WIB
Jadi Target Bom Teroris, DPR Tingkatkan Kewaspadaan
Foto: detikcom
Jakarta - Kelompok teroris mengincar Gedung DPR untuk jadi sasaran aksi pemboman. Kalangan DPR pun meningkatkan kewaspadaan.

"Ya kita terimakasih diberi informasi, tapi pada prinsipnya seluruh objek vital memang harus meningkatkan kewaspadaan. Karena kemarin kekerasan dibalas dengan kekerasan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy, kepada detikcom, Rabu (5/9/2012).

Menurut Tjatur, sudah saatnya DPR meningkatkan kewaspadaan. Bagaimanapun, DPR kerap bersuara keras menentang terorisme dan kekerasan di daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mau aman itu jangan merasa yakin aman, ya harusnya meningkatkan kewaspadaan. Karena memang ya DPR itu selama ini kan salah satu tempat yang cukup keras menanggapi terorisme, tidak ada yang mendukung itu. Tapi memang harus begitu. Jangan mengaku pemuka agama kalau menghalalkan kekerasan atas nama apapun karena Tuhan berhati lembut," kata Tjatur.

Pandangan senada disampaikan Ketua Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika. Menurut Pasek, Setjen DPR harus segera menyikapi informasi ini.

"Itu urusan Setjen untuk menerjemahkannya," kata Pasek.

Kelompok teroris telah mengincar Gedung DPR untuk jadi sasaran aksi pemboman. Denah dan peta gedung DPR sudah ditangan kelompok teroris.

"Itu pengakuan dari tersangka teroris Mujib dan Nain yang ditangkap di Poso, Juli lalu," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, saat dikonfirmasi, Rabu (5/9/2012).

Mujib mengaku sudah melakukan survei. Pemetaan gedung DPR pun sudah selesai. Karenanya Ansyaad mengirim surat kepada pimpinan DPR agar berhati-hati. Bisa saja peta gedung itu sudah di tangan anggota teroris yang lain.

"Kita sudah melakukan pemberitahuan," jelasnya.

Mujib tengah melakukan pelatihan di Poso. Dia termasuk dalam kelompok teroris jaringan Solo. Informasi yang dikorek dari dia, bahan-bahan kimia sudah ada yang dibeli.

(van/)


Berita Terkait