Peristiwa tersebut terjadi di Diamond Room Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2012). Hotel ini hanya selemparan batu dengan Bundaran HI.
Acara yang menghadirkan Prijanto tersebut berjudul 'Mahkamah Intektual Menguji Kebenaran dan Kejujuran Prijanto'. Acara diadakan oleh Mahkamah Intelektual dan Gerakan Indonesia Bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian itu memancing emosi peserta/panitia diskusi yang berjumlah 50-an orang dan terjadilah kericuhan. Peserta/panitia diskusi yang emosi berusaha menggiring sekelompok orang itu untuk keluar sambil berteriak.
Petugas keamanan berusaha untuk melerai. Salah seorang demonstran, Choir, mengaku prihatin dengan mundurnya Prijanto dari jabatannya sebagai wagub DKI.
Menurut dia, langkah tersebut sangatlah tidak pantas bagi Prijanto yang berlatar belakang militer. Sebaiknya Prijanto harus lebih berani mengungkap dugaan penyelewengan yang terjadi di Pemprov DKI Jakarta.
"Dia kan TNI. Harusnya berani melawan hal itu. Kalau nyerah, lalu mundur ya percuma saja. Jadi jenderal kok doyannya curhat," kata Choir.
Menanggapi hal tersebut, Prijanto menangkis langkahnya sebagai tindakan pengecut. Dia menegaskan bahwa pengunduran dirinya itu, meskipun sudah ditolak oleh DPRD DKI, sudah tepat.
"Saya tidak curhat, saya diminta untuk datang dan pertanggungjawabkan buku saya. Saya bukan pengecut, kalau saya pengecut saya tidak akan berani tampil seperti ini," ujarnya usai acara.
"Apakah tampang saya galau atau sumringah tidak?" imbuh Prijanto yang mengenakan kemeja putih ini.
(nik/nrl)











































