"Ada kode PNP (Philippines National Police) di senjata itu. Artinya senjata tersebut sudah pasti dari Filipina," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Boy mengatakan aparat kepolisian tengah menyelidiki cara kelompok tersebut mendapatkan senjata api itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Densus 88 Mabes Polri, sebelumnya menangkap seorang terduga teroris Firman di rumah kerabatnya yang berada di komplek Perumahan Anyelir, Depok Jawa Barat pada Rabu (5/9).
Firman ditengarai terlibat penembakan pospam Lebaran, pelemparan granat dan penembakan pospol di Solo, Ja Tengah. Polisi juga sudah mengamankan tersangka Bayu di Jawa Tengah. Sementara dua terduga teroris lain, Farhan dan Muchsin, tewas saat baku tembak dengan tim Densus 88.
(riz/aan)











































