Salah seorang pramudi bus TransJ koridor I, Abdul Chakim (40) menuturkan, gaji yang belum dibayar tersebut membuat sebagian karyawan tidak sanggup untuk berangkat kerja.
"Beberapa rekan saya sesama pramudi bus TransJ, ada yang tidak bekerja karena tidak memiliki uang ongkos," ujar Abdul saat ditemui di Terminal Bus TransJ Pinang Ranti, Jl Pondok Gede Raya, Kampung Makassar, Jakarta Timur (5/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya tanggal 27 setiap bulan kami sudah terima gaji. Paling lambat tanggal 30 atau 31 di akhir bulan. Semua sopir dan karyawan jadi resah karena tertundanya gaji kami ini," tuturnya.
Abdul mengaku meminjam uang sebesar Rp 1 juta kepada tetangganya. "Ya itu untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan makan keluarga. Bahkan untuk bayar sekolah anak pertama saya di SMA swasta," kata Abdul.
Sementara itu Mahmudi (40) seorang pramudi bus TransJ lainnya mengaku terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
"Semenjak saya bekerja di sini baru kali ini merasakan penundaan gaji. Semoga ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi," ujar ayah empat anak tersebut.
Mahmudi mengatakan, dirinya dan teman-temannya masih akan melihat perkembangan yang terjadi ke depan. Jika sampai seminggu gaji belum dibayarkan, bukan tidak mungkin mereka akan melakukan aksi mogok seperti beberapa waktu lalu.
"Kalau sampai seminggu belum dibayar juga, bisa saja dengan spontan kami stop operasi seperti waktu nuntut THR waktu itu," ucap Mahmudi.
(edo/nik)











































