"Saya nggak nyalon meskipun saya ketua umum. Saya ingin membuat tradisi seperti itu, jadi saya nggak mesti ketua umum terus yang berjuang pengen jadi presiden, oh nggak ada. Saya ini tidak ada minat untuk nyalon meskipun DPR," kata Yenny usai menghadiri launching 'Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012' di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2012).
PKBIB akan diarahkan Yenny sebagai kendaraan politik untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden yang berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. Terutama tokoh-tokoh yang punya kapabilitas, punya kemampuan, integritas, tapi nggak punya kendaraan politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ingin mendukung tokoh menjadi capres tentu saja harus lolos Parliamentary Threshold (PT) terlebih dahulu. Yenny yakin sekali PKBIB akan lolos PT Pemilu 2014 yang dipatok 3,5 persen di tingkat DPR RI.
"Kita tidak ingin muluk-muluk. Ini partai baru karena itu butuh sosialisasi. Kita tidak ingin pasang target yang tinggi tapi hasilnya justru tidak diharapkan. Insya Allah lolos PT, kita nggak mau sombong dan sesumbar, kita ingin menjalankan partai ini dengan riang gembira, tidak ada sikut-menyikut,"katanya.
Menggunakan gerbong partai eks PKB Gus Dur, Yenny yakin usahanya di Pemilu 2014 tak akan terlalu berat. "Yah Alhamdulillah walaupun partai baru tapi gerbongnya gerbong lama terus orangnya lama, jadi tidak terlalu sukar juga. Walaupun ada tantangan tapi tetap punya peluang yang lumayan," ungkapnya optimis.
Lalu apakah PKBIB siap bersaing dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin Muhaimin Iskandar? "Menurut saya biarkan saja masyarakat yang memilih serta menimbang-nimbang karena masyarakat kan bisa menilai. Pada akhirnya yang betul-betul terus memperjuangkan nilai-nilai yang selama ini diusung Gus Dur saya rasa inilah yang akan mendapat perhatian dari masyarakat,"jawabnya diplomatis.
(van/nwk)










































