Demikian disampaikan Koordinator Lapangan Kegiatan TMC, Penanggulangan Bencana Asap, Pemprov Riau, Sutrisno kepada wartawan, Selasa (4/9/2012) di Pekanbaru. Dia menjelaskan, sejak tadi pagi hingga siang hari, pihaknya bersama BPPT melakukan hujan buatan.
Hujan buatan ini dilaksanakan karena minimnya curah hujan di Riau yang diperkirakan sampai pelaksanaan PON. Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil) jadi fokusnya.
"Ini mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan, mengingat curah hujan yang minim. Satu ton garam disebar dengan menggunakan pesawat Cassa yang telah dimodifikasi khusus," kata Sutrisno.
Masih menurut Sutrisno, jika saat ini wilayah Riau diselimuti asap sejak pagi hingga malam harinya, hal itu dimungkinkan bukan karena kebakaran lahan yang meluas di Riau. Berdasarkan data BMGK, jumlah titik di Riau sangat minim, yakni hanya 23 titik api. Padahal untuk wilayah Sumatera terdapat 220 titik api.
Dia menjelaskan, sebagian besar titik api itu justru berada di provinsi tetangga, Jambi dan Sumsel. Karena saat ini arah angin dari Tenggara menuju Barat Daya sehingga asap dari Sumsel dan Jambi mengarah ke Riau.
"Jadi asap yang sekarang ini bukan dari wilayah kita, melainkan kiriman dari provinsi tetangga itu. Namun demikian kita tetap mengantisipasi perluasan titik api lainnya di Riau dengan cara membuat hujan buatan," kata Sutrisno.
(cha/trw)










































